Liverpool Diterpa Kisruh Salah: Alisson Becker Angkat Bicara dan Tegaskan Dukungan untuk Arne Slot

Alisson Becker akhirnya buka suara soal kontroversi Mohamed Salah di Liverpool, menegaskan dukungan penuh kepada Arne Slot dan mengungkap suasanan ruang ganti jelang laga Liga Champions kontra Inter Milan.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 09 Desember 2025, 09:17 WIB
Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot, memeluk striker Mesir nomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Bournemouth di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 15 Agustus 2025. Liverpool menang dengan skor 4-2. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gejolak terkait Mohamed Salah di Liverpool memasuki babak baru yang lebih panas. Untuk pertama kalinya sejak kekisruhan itu pecah, suara dari dalam ruang ganti akhirnya terdengar ke publik. Yang berbicara adalah Alisson Becker.

Menjelang duel Liverpool di Liga Champions melawan Inter Milan di San Siro, Alisson tampil di konferensi pers dan memecah kebisuan yang selama ini menyelimuti tim. Kiper asal Brasil itu menyinggung wawancara pascalaga Salah yang sebelumnya menggemparkan, ketika sang winger mengaku merasa “dikorbankan” setelah kembali dicadangkan.

Situasi makin pelik setelah Salah tidak dibawa ke Milan, sebuah keputusan berani yang memicu spekulasi liar tentang masa depannya. Alisson menegaskan bahwa langkah tersebut tak terelakkan, menandai titik kritis dalam dinamika hubungan antara sang bintang, pelatih Arne Slot, dan klub.


Alisson Becker Buka Suara tentang Salah: Ketegasan, Empati, dan Dukungan untuk Slot

Tiga palang pertahanan Liverpool, Ibrahima Konate, Alisson Becker, dan Virgil van Dijk, tampak kecewa setelah gagal mempertahankan keunggulan saat bertandang ke Elland Road, markas Leeds United, pada pekan ke-15 Premier League 2025/2026, Sabtu (6/12/2025) malam WIB. Liverpool harus puas bermain imbang 3-3 dengan Leeds United. (Oli SCARFF / AFP)

Berbicara di hadapan para jurnalis di Milan, Alisson tidak bersembunyi di balik jawaban aman. Ia mengakui situasi yang melibatkan salah satu sahabat terdekatnya itu memang rumit.

“Ini bukan situasi yang mudah,” ucap Alisson. “Kami punya hubungan personal… tetapi dirinya tidak tersedia adalah konsekuensi dari apa yang dia lakukan. Dia cukup cerdas untuk mengetahuinya.”

Alisson menambahkan bahwa ia belum melakukan pembicaraan “yang layak” dengan Salah, tetapi ia berencana menyelesaikannya secara pribadi. Menurutnya, itu adalah urusan antara dua teman, bukan konsumsi kamera.

Meskipun menunjukkan empati, Alisson menegaskan bahwa prioritas utama tim tetaplah klub. Pernyataannya memberi gambaran adanya ketidakpuasan internal atas keputusan Salah membawa persoalan ini ke ruang publik.

“Sebagai rekan setim dan teman, kami berharap yang terbaik untuk dirinya,” ujarnya. “Namun, sebagai pemain Liverpool, kami menginginkan yang terbaik untuk klub.”

Ketika ditanya apakah ia masih mendukung Arne Slot, Alisson langsung menjawab tanpa ragu: “Tentu saja, iya.”

Jawaban itu memperkuat sinyal bahwa kepercayaan pemain terhadap sang manajer tetap solid, sekaligus mematahkan dugaan bahwa Slot telah kehilangan kendali ruang ganti.


Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool: Jalan Keluar Semakin Terbuka?

Mohamed Salah berhasil mencatatkan rekor baru sekaligus memperbaiki catatan Liverpool di Liga Inggris saat bersua Aston Villa pada Minggu (02/11/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Dengan manajemen Liverpool masih sepenuhnya mendukung Slot, pertanyaan besar pun muncul: apa arti semua ini bagi masa depan Mohamed Salah?

Slot sendiri dibanjiri pertanyaan soal sang penyerang dalam konferensi pers sebelum menghadapi Inter. Salah satu yang paling tajam adalah apakah Salah sudah memainkan laga terakhirnya untuk Liverpool.

Jawaban Slot jauh dari menenangkan kubu pendukung.

Saat ditanya apakah Salah mungkin sudah bermain untuk terakhir kalinya, Slot berkata: “Saya tidak tahu. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini saat ini.”

Pernyataan itu mempertebal kabut ketidakpastian. Ada kemungkinan besar laga kandang kontra Brighton menjadi penampilan terakhir Salah, terutama jika Michael Edwards dan Richard Hughes memang sedang bekerja di balik layar untuk menuntaskan penjualannya ke klub Arab Saudi. Jika benar demikian, keputusan itu berpotensi membawa pemasukan raksasa—nilai transfer yang bisa mencapai ratusan juta poundsterling (setara triliunan rupiah).

Bila skenario itu terjadi, perpisahan Salah akan menjadi akhir yang pahit bagi seorang legenda yang sudah dipastikan akan tercatat selamanya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah Liverpool.

Sumber: Caught Offside

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya