Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia-Pasifik dibuka bergerak variatif pada perdagangan Selasa pagi ini. Pergerakan ini mengikuti pelemahan di Wall Street, sementara investor menahan diri menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada 10 Desember waktu setempat.
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan terakhir tahun ini. Jika terealisasi, Federal Funds Rate akan berada di kisaran 3,5%–3,75%.
Advertisement
Namun sejauh ini, para analis menilai langkah pemotongan suku bunga akan sangat bergantung pada data ekonomi.
“Saya tidak akan terkejut jika Jerome Powell mengatakan, ‘Kami sudah memangkas, dan sekarang saatnya mencermati data,’ dan ia berhenti sedikit sebelum bersikap hawkish karena pasar tenaga kerja mulai melemah,” ujar Chief Investment Officer Integrated Partners Stephen Kolano, dikutip dari CNBC, Selasa (9/12/2025).
Gerak Bursa Asia
Di Jepang, Nikkei 225 dibuka menguat 0,13%, sementara indeks Topix naik 0,29%.
Sebaliknya, Kospi dan Kosdaq Korea Selatan bergerak turun tipis.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 0,29% pada awal perdagangan.
Futures Hang Seng Hong Kong berada di level 25.763, nyaris tidak berubah dibanding penutupan sebelumnya di 25.765,26.
Wall Street Melemah, Saham Nvidia Menguat
Di sisi lain, Wall Street sedikit pulih pada perdagangan futures, didorong persetujuan Presiden Donald Trump akan penjualan chip Nvidia H200 ke China dengan skema memberikan porsi pendapatan signifikan kepada pemerintah AS.
Saham Nvidia naik 2,2% dalam perdagangan setelah jam bursa, menyusul unggahan Donald Trump di Truth Social yang menyebut Nvidia diperbolehkan mengirimkan chip H200 ke pelanggan terpilih di China dan negara lain dengan syarat seperempat dari total penjualan disetorkan ke pemerintah AS.
Sedangkan dalam perdagangan reguler, indeks S&P 500 turun 0,35%, Nasdaq Composite melemah 0,14%, dan Dow Jones merosot 215,67 poin atau 0,45%.