Mendikdasmen Ungkap Kondisi Pembelajaran Sekolah di 52 Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan kondisi terkini sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.

oleh Tim NewsDiterbitkan 08 Desember 2025, 20:18 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) Abdul Mu'ti. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor Sumatra.

Ia menyebutkan, sebagian sekolah masih belum dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, sementara sebagian lainnya sudah mulai kembali beroperasi.

"Pembelajaran di 52 kabupaten/kota terdampak mengalami gangguan dengan komposisi yang berbeda. Di Aceh, 15 kabupaten/kota belum dapat melaksanakan pembelajaran, sementara 3 lainnya sudah mulai membuka sekolah secara bertahap," kata Mu'ti dalam rapat bersama dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

"Di Sumatra Utara, terdapat 2 daerah yang belum dapat melaksanakan pembelajaran, dan 2 yang baru dapat melaksanakan sebagian pembelajaran," sambungnya.

Kemudian, untuk di wilayah Sumatra Barat sebagian besar sudah dapat melaksanakan pembelajaran. Kecuali, 93 sekolah di Kabupaten Agam yang disebutnya masih berfokus pada pemulihan sampai 22 Desember 2025.

"Untuk itu, mulai 8 desember 2025 kami mengarahkan pelaksanaan pembelajaran darurat melalui berbagai pendekatan termasuk pendirian ruang kelas sementara," sebutnya.

"Penempatan siswa ke sekolah sekitar yang tidak terdampak, pengaktifan jadwal pembelajaran fleksibel, serta penggunaan modul pembelajaran kedaruratan," tambahnya.

 

Pendampingan Guru

Gambar udara ini menunjukkan jembatan rusak akibat banjir bandang di jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatra Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia pada 28 November 2025. (Chaideer MAHYUDDIN/AFP)

Kemudian, untuk pendampingan guru dan relawan pendidikan diungkapkannya terus dilakukan untuk membantu proses pembelajaran di tenda-tenda darurat.

"Kami implementasi pemulihan pendidikan program satuan pendidikan aman bencana menjadi elemen utama, program SPAB akan diperluas melalui penguatan kapasitas satuan pendidikan, peningkatan kesiapsiagaan sekolah pengembangan rencana aksi kedaruratan, serta pemberian pelatihan mitigasi bagi guru dan tenaga pendidikan," ungkapnya.

Menurutnya, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan fondasi yang penting.

"SPAB merupakan fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan di daerah rawan bencana," pungkasnya.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Infografis Biaya Perbaikan Dampak Banjir Sumatera. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya