Pemerintah Aceh Optimalkan Distribusi Logistik dan Alat Kesehatan via Udara untuk Daerah Terisolasi

Pemerintah Aceh terus mengoptimalkan penyaluran distribusi logistik dan alat kesehatan (alkes) lewat udara untuk daerah yang terisolasi.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 08 Desember 2025, 19:05 WIB
Infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernafasan biasanya muncul pada 10 hari pertama pasca terjadinya banjir. Tampak dalam foto, seorang perempuan menjemur pakaian yang baru saja dicucinya di tengah kondisi memprihatinkan akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu 6 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Aceh terus mengoptimalkan penyaluran distribusi logistik dan alat kesehatan (alkes) lewat udara untuk daerah yang terisolasi. Hal itu seperti disampaikan Sekretaris Daerah atau Sekda Aceh M Nasir.

"Pemerintah Aceh telah menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, termasuk BNPB, Kodam IM, dan Polda Aceh untuk mempercepat dan memastikan bantuan tiba tepat sasaran," ujar M Nasir di Banda Aceh, melansir Antara, Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan, fokus penanganan logistik meliputi penyaluran bantuan menyeluruh ke semua daerah yang terdampak banjir dan longsor.

Nasir memaparkan, distribusi logistik meliputi pangan dan obat-obatan, semuanya diprioritaskan via udara untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat akses darat terputus.

"Distribusi ini kita fokuskan di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Kota Langsa. Di daerah tersebut kita sudah mendirikan tenda-tenda darurat, dapur umum serta posko-posko layanan medis," ucap Nasir.

Selain udara, lanjut dia, distribusi logistik juga dibantu melalui jalur darat dan laut. Dimana pada tahap awal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan logistik sebanyak 27 ton melalui jalur laut untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh.

"Pemerintah Aceh dan instansi lain, seperti Satpol PP/WH juga berkoordinasi untuk memanfaatkan jalur laut guna mempercepat penyaluran bantuan logistik. Ini merupakan pengiriman tahap awal dari BNPB pada akhir November 2025. Proses distribusi logistik terus berlangsung secara bertahap melalui kombinasi jalur darat, laut, dan udara," terang Nasir.

 

Percepat Pendistribusian Logistik

Pasca banjir bandang Sumatera, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menerjunkan empat tim ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara untuk memastikan percepatan penanganan sekaligus mempersiapkan fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Dok PKP

Nasir mengatakan pengiriman via laut adalah untuk mempercepat pendistribusian logistik dan peralatan vital, mengingat banyak akses darat yang terputus total.

"Alhamdulillah, saat ini jalur darat seperti, Aceh Tamiang – Sumut sudah bisa diakses, baik kendaraan roda empat maupun dua," tandas Nasir.

Sebelumnya, Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan pencarian dan evakuasi serta pertolongan korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada 25 November 2025, dalam operasi SAR hingga Senin pukul 13.48 WIB sebanyak 4.271 jiwa yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

"Sejak bencana melanda, Basarnas bersama tim gabungan telah bergerak untuk menyisir daerah bencana guna mengevakuasi dan penyelamatan korban, baik yang terjebak dalam rumah maupun lainnya," ujar Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, melansir Antara, Senin (8/12/2025).

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Posko Media Center Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, terkait evakuasi dan penyelamatan yang telah dilakukan oleh Basarnas bersama tim gabungan hingga hari ke-14.

 

4.271 Korban Banjir Aceh dari 17 Kabupaten Kota Dievakuasi Basarnas dan Tim Gabungan

Gambar udara ini menunjukkan jembatan rusak akibat banjir bandang di jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatra Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia pada 28 November 2025. (Chaideer MAHYUDDIN/AFP)

Ibnu menyebut, tim gabungan Basarnas dibantu TNI, Polri, relawan, masyarakat, dan semua komponen hingga saat ini telah mengevakuasi sebanyak 4.271 jiwa dengan selamat, 389 korban meninggal dunia.

"Saat ini kita juga terus menyisir daerah-daerah bencana untuk mencari 62 orang yang dilaporkan hilang," ucap Ibnu yang didampingi Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Murthalamuddin.

Ia mengatakan, dalam evakuasi dan penanganan bencana ada 400 personel yang melekat dan sekitar dua ribuan personel TNI dan Polri di lapangan yang juga terus bekerja maksimal dalam melakukan evakuasi dan penanggulangan bencana.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan penyisiran di seluruh daerah terdampak bencana yang ada di provinsi ujung paling barat Indonesia itu, sehingga semua korban dapat dievakuasi.

Menurut Ibnu, dalam evakuasi dan penyelamatan, Basarnas juga mengerahkan seluruh peralatan untuk mengoptimalkan proses evakuasi, termasuk juga di daerah terisolasi seperti di Aceh Tengah.

"Kami juga sudah mengirim personel ke daerah Tengah, yakni ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, sebab jalur darat belum bisa diakses, karena terputus akibat bencana dengan menggunakan pesawat BNPB," terang dia.

Ibnu mengatakan, dalam pencarian korban bencana alam Aceh tersebut, Basarnas juga menggunakan drone thermal guna mempercepat pencarian korban.

"Saat ini operasi SAR yang masih berlangsung dilaksanakan di Kabupaten Bireuen dengan lokasi Peusangan dan Peudada, Aceh Utara di Jambo Ayee dan Aceh Tamiang dengan menyisir sungai guna memastikan tidak ada lagi warga selamat yang belum dievakuasi," jelas Ibnu.

Infografis Hilangnya 4 Kampung Usai Banjir dan Longsor Aceh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya