Klarifikasi Bulog: Kabar Penjualan Beras Bantuan Bencana di Aceh Tengah Tidak Benar

Perum Bulog memastikan tidak pernah menjual beras bantuan bencana. Beras yang dijual merupakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 07 Desember 2025, 10:10 WIB
Stok beras di gudang BULOG yang siap didistribusikan ke seluruh Indonesia. (sumber: BULOG)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog menegaskan informasi mengenai dugaan penjualan beras bantuan bencana kepada masyarakat terdampak di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh tidak benar. Informasi yang beredar itu merupakan informasi hoaks.

"Klarifikasi ini selaras dengan pernyataan resmi yang disampaikan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga yang telah meluruskan kesalahpahaman publik terkait isu tersebut," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Andi Afdal dalam keterangan di Jakarta, Jumat 5 Desember 2025, seperti dilansir dari Antara.

Dia memastikan pihaknya tidak pernah menjual beras bantuan bencana. Hal itu, lanjut Andi, telah ditegaskan Bupati Aceh Tengah bahwa beras yang dijual kepada masyarakat bukanlah beras bantuan bencana, melainkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

"Beras SPHP merupakan program reguler penugasan Pemerintah yang dilaksanakan Bulog dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan, termasuk di tengah situasi darurat akibat bencana," kata dia.

Dalam pernyataan resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, lanjut Andi, disampaikan beberapa poin penting pertama Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 Aceh Tengah tidak pernah memperjualbelikan beras bantuan bencana.

Kedua, keterlibatan personel TNI-Polri hanya sebatas membantu proses penyaluran dan penjualan beras murah GPM dari gudang Bulog untuk masyarakat.

"Langkah ini merupakan keputusan bersama Forkopimda Aceh Tengah dan Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan mencegah gejolak harga selama masa bencana," jelas dia.

Andi menambahkan, Bupati Aceh Tengah telah menjelaskan bahwa langkah itu diambil setelah gudang Bulog Takengon dipadati masyarakat yang membutuhkan beras, sementara distribusi pangan saat ini masih terganggu akibat akses jalan yang terputus karena banjir dan longsor.

Beras Bantuan Bencana Disalurkan Secara Gratis

Sebelumnya, pada akhir bulan lalu, terjadi penjarahan gudang Bulog yang berada di Kecamatan Sarudik, Kota Sibolga. Tampak dalam foto, warga desa menerima bahan pangan pokok yang didistribusikan di tengah upaya bantuan dari gudang beras pemerintah di Sarudik, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu 3 Desember 2025. (YT Hariono/AFP)

Perum Bulog menegaskan seluruh beras bantuan bencana, bantuan sosial, maupun bantuan kedaruratan lainnya disalurkan secara gratis kepada masyarakat terdampak.

Penyaluran itu melalui mekanisme distribusi bantuan pangan (Banpang), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Cadangan Beras Pemerintah Bencana Alam (CBP Bencal), kegiatan Bulog Peduli (Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/TJSL), serta bantuan lainnya hasil koordinasi bersama Pemda dan instansi terkait.

Andi menegaskan, Bulog saat ini fokus mendukung penanganan akses pangan dampak dari bencana alam.

"Bersama TNI, Polri, dan Forkopimda Aceh Tengah, BULOG terus mendukung perkuatan kolaborasi dalam percepatan penyaluran bantuan pangan sehingga dapat segera sampai di masyarakat korban banjir yang memerlukan," tegas Andi.

Minta Masyarakat Bijak Sebar Informasi

Warga desa menerima bahan pangan pokok gratis yang didistribusikan di tengah upaya bantuan dari gudang beras pemerintah di Sarudik, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu 3 Desember 2025. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara segera menyalurkan 2.268 ton beras cadangan pangan yang ada di Bulog Sumut untuk korban bencana yang tersebar di 16 kabupaten/kota. (YT Hariono/AFP)

Bulog mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memastikan kebenarannya melalui sumber resmi pemerintah.

Penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan keresahan di tengah upaya pemulihan akibat bencana.

Sebelumnya, beredar di tengah masyarakat tentang adanya penjualan beras bantuan bencana banjir oleh Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 Aceh Tengah. Hal ini memicu keresahan warga Aceh Tengah yang kondisinya masih terisolir akibat bencana.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga pada Kamis malam 4 Desember 2025 mengklarifikasi bahwa beras yang dijual bukanlah beras bantuan bencana, tapi beras dari stok reguler Bulog atau beras program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Beras tersebut memang dijual tapi dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah, untuk menjaga stabilitas harga pasar di tengah keadaan darurat.

"Untuk mencegah kepanikan, antrean panjang, hingga potensi kericuhan, Forkopimda bersama Bulog memutuskan agar proses penyaluran dibantu oleh aparat Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106. Dengan cara ini masyarakat tetap dapat memperoleh beras murah secara tertib, aman, dan terkontrol," kata Haili Yoga.

Infografis Cek Fakta: 6 Tips Cara Identifikasi Hoaks dan Disinformasi di Medsos

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya