Desainer dan Penulis Laely Indah Lestari Jadi Sorotan, Dikukuhkan Sebagai Doktor dengan IPK Sempurna

Desainer dan penulis buku Laely Indah Lestari tak henti mengukir prestasi. Ia dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 06 Desember 2025, 10:00 WIB
Desainer dan penulis buku Laely Indah Lestari tak henti mengukir prestasi. Ia dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Laely Indah Lestari)

Liputan6.com, Jakarta - Desainer sekaligus penulis buku Laely Indah Lestari tak henti mengukir prestasi. Kali ini, ia jadi sorotan setelah resmi dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Gelar ini diraih dengan catatan gemilang.

Laely Indah Lestari berhasil mempertahankan disertasi dengan IPK sempurna 4,0 berikut predikat Summa Cum Laude. Ia menuntaskan program doktoral hanya dalam 2 tahun 2 bulan. Ini menjadikan Laely Indah Lestari salah satu lulusan tercepat dan terbaik.

Laely Indah Lestari meraih gelar doktor melalui jalur fast track S2–S3. Jalur ini menuntut kapasitas akademik dan disiplin tingkat tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan magister dalam 1 tahun 1 bulan, dan secara paralel menuntaskan studi doktoral.

Dalam disertasinya, Laely Indah Lestari merumuskan model komunikasi budaya Tanah–Tangan–Tutur, cara pandang baru terhadap budaya sebagai ekologi makna yang terbentuk lewat relasi nilai-nilai kosmologis, praktik budaya embodied, dan narasi lintas generasi.

 


Penelitian di Sumba Timur

Desainer dan penulis buku Laely Indah Lestari tak henti mengukir prestasi. Ia dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Laely Indah Lestari)

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Jumat (5/12/2025), Laely Indah Lestari bersyukur, temuan ini dinilai para guru besar sebagai salah satu kontribusi penting dalam pengembangan ilmu komunikasi berbasis epistemologi lokal Nusantara.

“Penelitiannya di Sumba Timur menunjukkan tenun ikat bukan sekadar artefak budaya atau komoditas wisata, tapi medium representasi identitas dan instrumen diplomasi budaya yang berperan strategis dalam ekosistem pariwisata serta hubungan antarkomunitas,” katanya.


Ilmu Pengetahuan dan Manfaat

Model yang dikembangkan memperlihatkan bagaimana makna budaya tetap hidup dan berkembang saat komunikasi antaraktor berjalan dalam arus sirkular dan saling memperkuat. Laely Indah Lestari bangga ikut berkontribusi dalam pendidikan dan budaya Indonesia.

“Saya percaya bahwa ilmu pengetahuan harus memberi manfaat bagi masyarakat dan membantu menjaga kekayaan budaya bangsa. Model Tanah–Tangan–Tutur ini adalah langkah kecil saya untuk itu,” Laely Indah Lestari memaparkan.

 


Inspirasi Bagi Generasi Muda

Melalui pencapaian ini, ia menunjukkan perempuan Indonesia berperan strategis dalam menghasilkan pemikiran besar dan kontribusi ilmiah yang berdampak bagi bangsa. Ini dapat dicapai melalui ketekunan, integritas, dan komitmen terhadap ilmu pengetahuan.

“Ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan perempuan Indonesia untuk terus berkarya, belajar, dan membangun kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun budaya nasional yang kita cintai bersama,” pungkas Laely Indah Lestari.

Infografis Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya