PB HMI Tutup SEPIM 2025, Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Muda Berdaya Saing Global

Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menegaskan bahwa SEPIM merupakan laboratorium penting bagi lahirnya pemimpin yang memiliki daya saing global.

oleh Tim NewsDiterbitkan 06 Desember 2025, 10:03 WIB
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Sekolah Pimpinan (Sepim) 2025 (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Sekolah Pimpinan (Sepim) 2025, yang berlangsung pada 30 November hingga 5 Desember 2025 di Jakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda strategis PB HMI dalam memperkuat kualitas kepemimpinan kader, meningkatkan kapasitas intelektual, serta merespons perkembangan sosial-politik dan transformasi teknologi yang semakin dinamis.

Rangkaian Sepim 2025 menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat. Kegiatan dimulai dengan kajian mengenai dinamika kepemimpinan nasional serta perkembangan kepemimpinan global di tengah tantangan geopolitik dan perubahan industri. Para pemateri menekankan perlunya pemimpin visioner yang memiliki keberanian melakukan reformasi, berorientasi pada penguatan tata kelola, serta mampu merespons perubahan global secara adaptif.

Peserta kemudian mendapatkan pemaparan terkait peran Kantor Staf Presiden (KSP) dalam pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), sebuah pendekatan baru dalam manajemen pemerintahan yang menitikberatkan pada percepatan eksekusi dan sinergi lintas lembaga. Materi ini memperkaya pemahaman kader HMI mengenai mekanisme kebijakan publik modern, mulai dari proses koordinasi hingga penyelesaian hambatan implementasi.

Sepim 2025 juga menghadirkan pematerian dari Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, yang menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis kemanusiaan dalam perlindungan pekerja migran. Ia menegaskan bahwa pemimpin masa kini harus memastikan kehadiran negara secara nyata bagi warganya, terutama kelompok rentan yang menghadapi tantangan di dalam maupun luar negeri.

Pada sesi akademik, Prof. Didik J. Rachbini serta Choirul Anam, Ph.D memberikan pemaparan mengenai transformasi sosio-industri, perkembangan ekonomi teknologi, serta peta jalan aktivisme intelektual Indonesia. Materi ini menekankan pentingnya kesiapan pemuda, termasuk kader HMI, dalam membangun jejaring global, memperkuat basis riset, dan mempertajam analisis berbasis data.

Isu kesehatan sebagai fondasi kemajuan bangsa turut diangkat melalui kajian bertema “Kesehatan sebagai Pilar Peradaban”, yang mendorong kader HMI untuk aktif memperkuat literasi kesehatan, advokasi kebijakan publik, dan pembangunan kesehatan masyarakat.

Puncak kegiatan diselenggarakan pada 5 Desember di Gedung MPR RI, ditandai dengan penyampaian refleksi kebangsaan mengenai peran historis HMI dalam perjalanan bangsa. Dalam kesempatan ini, pimpinan nasional juga memberikan apresiasi dan tanggapan atas policy brief hasil rembuk para ketua cabang dan BADKO se-Indonesia, yang memuat dinamika nasional tentang Krisis Ekologis, Krisis Pendidikan dan Krisis Tata Kelola Fiskal Daerah.

 

Laboratorium Lahirnya Pimpinan

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menegaskan bahwa SEPIM merupakan laboratorium penting bagi lahirnya pemimpin yang memiliki daya saing global.

“Kader HMI bukan hanya harus siap memimpin organisasi, tetapi juga diharapkan dapat tampil sebagai aktor perubahan di sektor publik, privat, sosial, dan intelektual. SEPIM menanamkan mindset pemimpin yang berkarakter, kritis, adaptif, dan berintegritas,” ujar Bagas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana SEPIM 2025, Rian Fauzi Rahman, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang menjadi wadah kader HMI untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperdalam analisis kebangsaan, dan meneguhkan komitmen perjuangan organisasi di tengah tantangan perubahan zaman.

“SEPIM bukan hanya ruang belajar, tetapi ruang konsolidasi pemikiran dan karakter. HMI harus menjadi garda intelektual yang mampu menavigasi arah Indonesia menuju masa depan emas,” ujar Rian.

Melalui penyelenggaraan Sepim 2025, PB HMI menegaskan kembali komitmennya dalam membangun generasi pemimpin muda yang berintegritas, berkapasitas, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Sepim menjadi wahana strategis bagi kader untuk memperkuat visi kepemimpinan dan kesiapan berkontribusi dalam menghadapi tuntutan peradaban modern.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya