Industri Perjalanan Wisata Kini Ikut Belajar Soal Kripto

Inovasi di dunia crypto mulai memengaruhi preferensi dan pengalaman perjalanan wisatawan di berbagai negara.

oleh Septian DenyDiterbitkan 05 Desember 2025, 21:00 WIB
Ilustrasi peretas atau cyber hacker internet atau kripto. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pintu Kemana Saja dengan brand PINTU, aplikasi crypto yang terdaftar resmi di Indonesia terus memperluas cakupan dari program edukasi dan inklusi aset kripto kepada masyarakat Indonesia. Melalui program Pintu Goes to Office, PINTU berkesempatan hadir di kantor PT Global Tiket Network (tiket.com) pelopor Online Travel Agent (OTA) di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini, Chief Marketing Officer (CMO) PINTU Timothius Martin dan People Experience & Communication Senior Manager tiket.com Tio Manik. 

“Kunjungan ini sangat spesial bagi kami, karena tiket.com menjadi perusahaan pertama di luar industri keuangan yang kami sambangi untuk bersama-sama berdiskusi mengenai industri kripto.Ini dapat memperkuat pemahaman mengenai aset crypto," kata CMO PINTU Timothius Martin, Jumat (5/12/2025). 

People Experience & Communication Senior Manager tiket.com Tio Manik turut mengapresiasi kehadiran PINTU.

"Datangnya PINTU ke kantor tiket.com lewat program Pintu Goes to Office tentu disambut dengan antusiasme positif dari teman-teman yang tergabung di investment club yang mendapatkan pengetahuan mengenai aset kripto & teknologi blockchain langsung dari pakar dan pelaku di industri crypto,” jelas dia.

Industri crypto dalam negeri terus mencatatkan pertumbuhan positif, Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025, nilai transaksi dalam satu bulan naik 27,64% atau mencapai Rp49,28 triliun.

 

 

Jumlah Investor Indonesia

Ilustrasi kripto. (Foto by AI)

Jumlah investornya juga ikut tumbuh secara konsisten, di mana per September terdapat 18,61 juta investor kripto Indonesia. 

Di samping itu, industri kripto dengan industri travel juga memiliki keterkaitan, di mana menurut Investopedia, ada istilah crypto tourism yang dipopulerkan sejak tahun 2017. Crypto tourism mengacu kepada pengalaman perjalanan turis ke negara-negara yang ramah terhadap penggunaan konsep kripto dan teknologi blockchain.

Tren ini menunjukkan bagaimana inovasi di dunia crypto mulai memengaruhi preferensi dan pengalaman perjalanan wisatawan di berbagai negara.

“Kripto itu sifatnya universal dan bisa masuk ke berbagai lintas industri tak terkecuali industri travel. Fokus kami sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) adalah mengambil tanggung jawab untuk memperluas edukasi ke seluruh masyarakat Indonesia dengan berbagai latar belakang industri mengenai aset crypto dan teknologi blockchain, baik itu manfaatnya serta risiko-risiko yang ada,” tutup Timo. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya