Orang-orang mengisi wadah air mereka di kamp Nuseirat untuk pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah pada Kamis 4 Desember 2025. Hingga saat ini, akses bantuan air bersih di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah masih sangat terbatas. (Eyad Baba/AFP)
Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) per Oktober 2025 menyebutkan bahwa sekitar 84% infrastruktur di Gaza, termasuk jaringan air bersih, telah hancur. Pipa-pipa utama rusak parah, menyebabkan jaringan distribusi air lumpuh. Tampak dalam foto, orang-orang mengisi wadah air mereka di kamp Nuseirat untuk pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah pada Kamis 4 Desember 2025. (Eyad Baba/AFP)
Pipa-pipa utama rusak parah, menyebabkan jaringan distribusi air lumpuh. Tampak dalam foto, orang-orang mengisi wadah air mereka di kamp Nuseirat untuk pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah pada Kamis 4 Desember 2025. (Eyad Baba/AFP)
Sebelumnya, pada September lalu, sebuah laporan Perserikatan Bangsa Bangsa memperingatkan bahwa persediaan air bersih di Gaza sangat terbatas dan sebagian besar yang tersisa telah tercemar. Tampak dalam foto, orang-orang mengisi wadah air mereka di kamp Nuseirat untuk pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah pada Kamis 4 Desember 2025. (Eyad Baba/AFP)
Kondisi ini memaksa warga Gaza bergantung pada distribusi bantuan air bersih dengan jumlah yang terbatas. Tampak dalam foto, anak-anak membawa air di kamp Nuseirat untuk pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah pada Kamis 4 Desember 2025. (Eyad Baba/AFP)