Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal disertai hujan dengan intensitas ringan pada Sabtu (6/12/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan seluruh wilayah Jakarta akan berawan tebal pada Sabtu pagi, kecuali wilayah Kepulauan Seribu akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.
Advertisement
Pada siang hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, kecuali Kepulauan Seribu yang diperkirakan akan berawan tebal.
Hujan dengan intensitas ringan ini, diprediksi akan bertahan hingga malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB.
Sedangkan untuk wilayah penyangga Jakarta, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Jawa Barat, serentak diperkirakan akan berawan tebal pada pagi hari, lalu hujan dengan intensitas ringan di siang hingga malam hari.
Sementara untuk wilayah Kota Tangerang, Banten, diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari, hujan disertai petir pada siang hari. Lalu pada malam hari akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.
Berikut informasi cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:
| Kota | Pagi | Siang | Malam |
| Jakarta Barat | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Jakarta Pusat | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Jakarta Selatan | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Jakarta Timur | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Jakarta Utara | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Kepulauan Seribu | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Bekasi | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Depok | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Kota Bogor | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Tangerang | Hujan Ringan | Hujan Petir | Hujan Ringan |
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Fahira Idris DPD Ingatkan 5 Hal Ini
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Jakarta dan sekitarnya mulai pekan kedua Desember 2025 hingga Januari 2026.
Intensitas hujan diproyeksikan meningkat tajam dengan potensi banjir, angin kencang, serta rob di pesisir Jakarta Utara.
“Cuaca ekstrem ini bukan fenomena biasa, melainkan dampak perubahan iklim yang membuat pola hujan dan ancaman banjir semakin sulit diprediksi. Semua pihak harus bersinergi agar Jakarta tetap aman,” ujar Fahira Idris, Kamis 4 Desember 2025.
Senator Jakarta menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran yang bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi, termasuk pengecekan pompa, kesiapan pasukan lapangan, modifikasi cuaca, dan percepatan normalisasi sungai. Namun, menurutnya, tantangan cuaca ekstrem memerlukan persiapan yang lebih komprehensif dan kolaboratif di seluruh lini.
Oleh karena itu, setidaknya ada lima hal krusial yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, pastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir berfungsi optimal.
Menurut Fahira, pemeriksaan lapangan terhadap pompa statis dan mobile, pintu air, serta drainase harus dilakukan secara menyeluruh.
Pompa harus dipastikan bekerja dalam kapasitas penuh, saluran tidak tersumbat, dan seluruh titik rawan mendapat perhatian khusus.
Kedua, perketat mitigasi rob dan perlindungan kawasan pesisir. Fahira Idris meminta Pemprov memperkuat kesiapsiagaan di pesisir Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dengan menyiagakan pompa, memperbarui jalur evakuasi, serta mempercepat perbaikan tanggul.
Informasi Publik Harus Cepat
Ketiga, informasi publik harus cepat, akurat, dan mudah diakses. Aplikasi JAKI, situs Pantau Banjir, hingga layanan darurat 112 perlu dimaksimalkan.
Warga, lanjut Fahira Idris, harus mendapatkan informasi real-time tentang potensi banjir, status pintu air, hingga lokasi pengungsian. Transparansi informasi adalah kunci mengurangi risiko dan menjaga keselamatan warga.
Keempat, perkuat koordinasi lintas daerah, terutama dengan bogor dan depok. Curah hujan ekstrem di wilayah hulu sangat mempengaruhi kondisi Jakarta.
Fahira Idris menilai SOP banjir lintas daerah harus dipastikan berjalan, terutama dalam pengaturan pintu air dan sistem peringatan dini. Artinya, Jakarta tidak bisa bekerja sendiri. Koordinasi dengan daerah hulu harus menjadi prioritas.
Kelima, libatkan warga sebagai subjek utama kesiapsiagaan. Fahira Idris mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menyiapkan tas siaga bencana, mengamankan barang penting, dan memastikan instalasi listrik rumah aman. Kesadaran warga adalah benteng pertama dalam menghadapi cuaca ekstrem.
“Saya mengajak seluruh warga tetap waspada, saling membantu, dan mengikuti informasi resmi. Dengan kolaborasi kuat, semoga Jakarta dapat melewati periode cuaca ekstrem ini dengan aman,” pungkas Fahira Idris yang juga relawan penanggulangan bencana ini.