Liputan6.com, Aceh Utara: Tim Badak dari Batalyon Infanteri 143 menembak Panglima Muda Gerakan Aceh Merdeka wilayah Paseh Tengku Ramli Basya. Tangan kanan Sofyan Dawood ini dilaporkan tewas dalam sebuah penyergapan di kawasan Langkahan, Aceh Utara, NAD. Panglima Komando Operasi TNI Mayor Jenderal TNI Bambang Dharmono ketika dihubungi via telepon, Jumat (12/9) pagi, membenarkan informasi itu. "Memang benar ia adalah Ramli Basya. Jabatan sehari-harinya panglima muda, sekaligus wakil Sofyan Dawood," kata dia.
Menurut Bambang, keberhasilan TNI menembak Ramli adalah hasil upaya keras pengintaian di sejumlah titik persembunyian GAM. "Tokoh GAM selalu dilindungi. Sebab itu, TNI terus mencari titik persembunyian seperti di Samtalirabayu [Aceh Utara]," kata dia [baca: Markas GAM di Samtalirabayu Dikepung]. Selama Operasi Pemulihan Keamanan, tentara memang kerap menggerebek markas kelompok separatis itu baik di hutan maupun di areal perkampungan.
Bambang berpendapat, penghentian operasi bakal memicu kehadiran kembali aksi GAM. Kendati begitu, ia menolak memperkirakan berapa lama GAM bisa dilumpuhkan. "Yang pasti, jangan sampai operasi yang berjalan baik ini dihentikan," tegas Bambang.
Dari Pidie, baru-baru ini, dilaporkan enam anggota GAM membunuh seorang ibu dan tiga orang putrinya di Desa Baroh Nyong, Kecamatan Bandar Baru. Aminah dan tiga putrinya tewas diberondong peluru. Rosnita, anak Aminah yang lain selamat meski terluka parah. Seorang pelakunya bernama Puji Abdullah tertangkap. Kini, polisi masih memburu lima rekan Puji yang bersenjata pistol. "Teman yang lain sudah pergi semua," aku Puji. Mereka di antaranya bernama Muhamad, Yusuf, dan Ismail.
Dari informasi yang dihimpun reporter SCTV, insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Aminah sekeluarga tengah bersiap tidur ketika mendadak terdengar ketukan di pintu rumah mereka. Ia lantas membuka pintu dan melihat sekelompok orang meminta izin untuk menumpang sembahyang. Tanpa curiga, Aminah mempersilakan mereka masuk. Sialnya, niat baik Aminah justru disambut berondongan peluru. Tiga dari empat penghuni rumah tewas di tempat. Sementara Rosnita berhasil diselamatkan warga setempat.
Juli silam, kasus pembantaian oleh anggota GAM juga menimpa keluarga wartawan harian Waspada Medan Idrus Jeumpa. Saodah, istri Idrus meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Ule Reuleung, Aceh Utara. Sementara Idrus dan anaknya Yusniar mengalami luka. Kedua korban sempat dirawat di Rumah Sakit Kesehatan Komando Rayon Militer Lhokseumawe [baca: Istri Wartawan Waspada Medan Dimakamkan]. Saodah yang semasa hidupnya menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri Kreung Geukeh tewas ditembak sekelompok orang yang meminta pajak NAD sebesar Rp 20 juta.(KEN/Esther Mulyani dan Agung Nugroho)
Menurut Bambang, keberhasilan TNI menembak Ramli adalah hasil upaya keras pengintaian di sejumlah titik persembunyian GAM. "Tokoh GAM selalu dilindungi. Sebab itu, TNI terus mencari titik persembunyian seperti di Samtalirabayu [Aceh Utara]," kata dia [baca: Markas GAM di Samtalirabayu Dikepung]. Selama Operasi Pemulihan Keamanan, tentara memang kerap menggerebek markas kelompok separatis itu baik di hutan maupun di areal perkampungan.
Bambang berpendapat, penghentian operasi bakal memicu kehadiran kembali aksi GAM. Kendati begitu, ia menolak memperkirakan berapa lama GAM bisa dilumpuhkan. "Yang pasti, jangan sampai operasi yang berjalan baik ini dihentikan," tegas Bambang.
Dari Pidie, baru-baru ini, dilaporkan enam anggota GAM membunuh seorang ibu dan tiga orang putrinya di Desa Baroh Nyong, Kecamatan Bandar Baru. Aminah dan tiga putrinya tewas diberondong peluru. Rosnita, anak Aminah yang lain selamat meski terluka parah. Seorang pelakunya bernama Puji Abdullah tertangkap. Kini, polisi masih memburu lima rekan Puji yang bersenjata pistol. "Teman yang lain sudah pergi semua," aku Puji. Mereka di antaranya bernama Muhamad, Yusuf, dan Ismail.
Dari informasi yang dihimpun reporter SCTV, insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Aminah sekeluarga tengah bersiap tidur ketika mendadak terdengar ketukan di pintu rumah mereka. Ia lantas membuka pintu dan melihat sekelompok orang meminta izin untuk menumpang sembahyang. Tanpa curiga, Aminah mempersilakan mereka masuk. Sialnya, niat baik Aminah justru disambut berondongan peluru. Tiga dari empat penghuni rumah tewas di tempat. Sementara Rosnita berhasil diselamatkan warga setempat.
Juli silam, kasus pembantaian oleh anggota GAM juga menimpa keluarga wartawan harian Waspada Medan Idrus Jeumpa. Saodah, istri Idrus meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Ule Reuleung, Aceh Utara. Sementara Idrus dan anaknya Yusniar mengalami luka. Kedua korban sempat dirawat di Rumah Sakit Kesehatan Komando Rayon Militer Lhokseumawe [baca: Istri Wartawan Waspada Medan Dimakamkan]. Saodah yang semasa hidupnya menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri Kreung Geukeh tewas ditembak sekelompok orang yang meminta pajak NAD sebesar Rp 20 juta.(KEN/Esther Mulyani dan Agung Nugroho)