Prabowo Terima Kunjungan Ketua MPR China di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) China, Wang Huning di Istana Merdeka Jakarta.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 04 Desember 2025, 13:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) China, Wang Huning di Istana Merdeka Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) China, Wang Huning di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (4/12/2025). Kunjungan ini untuk memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-China, khususnya di bidang diplomasi parlemen dan pembangunan kemitraan masa depan.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Wang Huning tiba di Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 11.35 WIB, dengan disambut pasukan jajar kehormatan dan tarian daerah. Setelah itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengajak Wang Huning menemui Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

Prabowo menyambut Wang Huning di teras Istana Merdeka. Kemudian, Kepala Negara mengajaknya masuk untuk melakukan sesi foto bersama dan menandatangani buku tamu.

Keduanya lantas memperkenalkan delegasi masing-masing. Prabowo tampak didampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, dan Wakil Duta Besar RI untuk China Irene.

Prabowo lantas mengajak Wang Huning ke ruang kerja presiden untuk melakukan pertemuan. Belum diketahui isi pembahasan terkait pertemuan Prabowo dan Ketua MPR China.  

 

Sempat Kunjungi DPR RI

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), H.E. Wang Huning di Gedung DPR RI, Rabu (3/12/2025).

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), H.E. Wang Huning di Gedung DPR RI, Rabu (3/12/2025).

Saat bertemu Ketua MPR Tiongkok itu, Puan membahas sejumlah kerja sama di isu dan sektor strategis serta menyinggung bencana alam yang tengah melanda Indonesia dan kawasan Asia. 

"Yang Mulia H.E. Wang Huning, selamat datang di DPR RI. Saya sangat gembira bisa bertemu kembali dengan Yang Mulia, sejak pertemuan kita di Beijing pada bulan Mei tahun lalu. Saya berterima kasih Yang Mulia dapat membalas kunjungan kami tersebut," kata Puan di awal bilateral meeting.

"Kunjungan Yang Mulia adalah cermin komitmen Tiongkok untuk terus mengembangkan kerja sama strategis dengan Indonesia. Yakinlah Yang Mulia, bahwa kami di DPR RI juga memiliki komitmen yang sama," sambungnya.

Pada pertemuan itu, Puan menyinggung isu strategis nasional dan global yang memerlukan kerjasama antara negara, seperti bencana banjir dan longsor yang tengah melanda Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Serta penanganan konflik geopolitik yang belum usai di sejumlah kawasan Timur Tengah.

"Yang Mulia, krisis iklim dan konflik geopolitik terus menjadi perhatian kita. Bagi Indonesia, krisis iklim sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Banjir dan longsor saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia," ucap Puan.

"Semua negara perlu lebih serius mengimplementasikan komitmen bersama, sesuai kapasitas masing-masing, agar dampak krisis iklim tidak makin meluas," lanjut cucu Bung Karno itu.

Puan juga mendorong penanganan konflik geopolitik yang terus terjadi di berbagai kawasan, seperti di Timur Tengah, Semenanjung Korea, perang Rusia-Ukraina, dan konflik geopolitik lainnya.

"Kami yakin solusi damai yang permanen hanya dapat terwujud melalui kerja sama internasional," tegas Puan.

 

Peran Tiongkok di PBB

Ketua DPR RI Puan Maharani saat menerima kunjungan Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), H.E. Wang Huning di Gedung DPR RI, Rabu (3/12/2025).

Puan melihat, Tiongkok berperan penting sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB. Ia memastikan Indonesia siap untuk meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok dalam upaya perdamaian internasional dan memelihara stabilitas keamanan global. 

"Termasuk untuk menghentikan Genosida di Palestina, dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara," ujar Puan.

Puan pun menyinggung hubungan bilateral Indonesia-China yang sudah terjalin selama 75 tahun. Bagi Indonesia, Tiongkok adalah mitra yang sangat strategis, bukan hanya di kawasan Asia, tetapi juga secara global.

"Berbagai pertemuan telah dilaksanakan, termasuk pertemuan antara pimpinan tertinggi kedua negara. Presiden Prabowo bahkan secara khusus berkunjung ke Beijing untuk memperingati 80 tahun kemenangan rakyat Tiongkok bulan September lalu," jelas Puan.

Dengan berbagai kerja sama yang telah disepakati oleh kedua negara, termasuk berbagai perjanjian saat kunjungan Perdana Menteri Li Qiang ke Indonesia pada bulan Mei 2025, Puan menilai kedua negara perlu terus memanfaatkan momentum dengan meningkatkan upaya agar kerja sama RI-China bisa berhasil.

 

Infografis Duka Bencana Beruntun di Sumut. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya