Mayora Tawarkan Obligasi Rp 827,5 Miliar, Segini Kisaran Bunganya

Berikut jadwal penawaran obligasi PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 Desember 2025, 12:42 WIB
Petugas mengatur kontainer Ekspor Mayora ke-250.000 ke Filipina di pabrik Mayora di Cikupa Tangerang, Senin (18/2). Mayora Indah yang berdiri sejak 1977 bergerak di bidang consumer goods yang merambah pasar global. (Liputan6.com/HO/Bal)

Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan III Tahap III Tahun 2025 senilai Rp 827,54 miliar. Penawaran obligasi itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan III Mayora Indah dengan target dana Rp 2 triliun.

Obligasi yang akan diterbitkan dan ditawarkan terbaru ini dengan dua seri, antara lain:

Seri A: obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% per tahun dengan jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi. Obligasi seri A yang ditawarkan sebesar Rp 363,52 miliar.

Seri B: obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,15% per tahun, berjangka waktu tujuh tahun sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi seri B yang ditawarkan sebesar Rp 464,02 miliar.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (4/12/2025).

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 18 Maret 2026.

"Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal 18 Desember 203 untuk seri A dan 18 Desember 2032 untuk seri B,” demikian seperti dikutip.

Perseroan akan memakai dana hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya emisi untuk memberikan pinjaman kepada anak perusahaan yakni TES. Pinjaman kepada anak usaha itu akan dipakai untuk pembiayaan modal kerja meliputi pembelian bahan baku, bahan pembungkus, dan pembayaran biaya operasional lainnya yang dapat timbul.

PT Mayora Indah Tbk telah menunjuk penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi antara lain PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas.

Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat yakni PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Berikut indikasi jadwal penawaran obligasi:

  • Tanggal efektif pada 28 Juni 2024
  • Masa penawaran umum pada 12-15 Desember 2025
  • Tanggal penjatahan pada 16 Desember 2025
  • Tanggal pengembalian uang pemesanan pada 18 Desember 2025
  • Tanggal distribusi obligasi secara elektronik pada 18 Desember 2025
  • Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2025
  •  

Mayora Indah Tebar Dividen 2024 Rp 55 per Saham

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 1,22 triliun. Dividen itu setara Rp 55 per saham dan sekitar 40% dari laba bersih tahun buku 2024.

Pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 10 Juni 2025.

"Dividen yang diputuskan pada RUPST sebesar Rp1,22 triliun atau sebesar Rp55 per lembar saham, sekitar 40 persen dari laba perseroan di tahun 2024,” kata Direktur Umum dan Operasional MYOR Wardhana Atmadja saat paparan publik seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/6/2025).

Sementara itu, Direktur Keuangan Mayora Indah Hendrik Polisar mengatakan, penjualan perseroan ditargetkan mencapai senilai Rp39,7 triliun pada 2025, dengan laba kotor sebesar Rp9,2 triliun, laba usaha sebesar Rp4,3 triliun, serta laba bersih sebesar Rp3,1 triliun.

“Angka proyeksi ini merupakan angka yang cukup realistis yang untuk dapat dicapai oleh perseroan,” kata Hendrik.

 

Aset Perseroan

IHSG ditutup pada level 7.220,88. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada 2024, Mayora Indah mencatatkan laba bersih senilai Rp 3 triliun, atau turun 6,06% year on year (yoy) dibandingkan 2023 yang sebesar Rp3,19 triliun.

Penjualan perusahaan tercatat naik 14,57% (yoy) menjadi senilai Rp36,07 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,48 triliun.

Pendapatan perseroan didapatkan paling banyak dari makanan olahan kemasan mencapai Rp 21,86 triliun, dan minuman olahan kemasan sebesar Rp 18,62 triliun.

Beban pokok penjualan perseroan meningkat menjadi Rp27,77 triliun pada 2024, dari sebelumnya Rp 23,07 triliun pada 2023, sedangkan, beban umum dan administrasi tercatat mencapai Rp 857,91 miliar pada 2024, atau naik dari posisi Rp750,5 miliar.

Hingga Desember 2024, total aset MYOR meningkat di posisi Rp29,72 triliun, atau meningkat dibandingkan per Desember 2023 yang hanya sebesar Rp 23,87 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya