Terungkap Sosok 'DON' The Godfather, Orang Penting di Balik Jejak Dewi Astutik jadi Gembong Narkoba

DON disebut sebagai “caretaker” sekaligus “Godfather” Dewi Astutik selama berada di Kamboja.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 04 Desember 2025, 09:30 WIB
Dewi Astutik tertangkap di wilayah Sihanoukville bagian barat negara Kamboja, saat hendak masuk ke dalam salah satu lobi hotel pada Senin, 1 Desember 2025 sekitar pukul 13.39 waktu setempat. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - BNN mendalami sepak terjang Dewi Astutik alias Mami otak penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle. Dewi diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di Sihanoukville, Kamboja.

Hasil penyelidikan awal, Dewi datang ke Kamboja untuk mencari cuan melalui scamming sebelum akhirnya terlibat jaringan narkoba kelas kakap.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan, hasil pendalaman menunjukkan Dewi terlebih dulu terlibat dalam sindikat penipuan daring di Kamboja. Perempuan itu disebut masuk pada Februari 2023 dan sempat bekerja sebagai penerjemah di kelompok scam love.

"Tapi hanya 1 bulan dan mengundurkan diri karena merasa tidak bisa/tidak cocok bekerja di tempat tersebut," kata Suyudi kepada wartawan, Kamis (4/12/2025).

Usai keluar dari tempat scam, Dewi justru bertemu warga Nigeria berinisial DON. Lelaki itu menjadi sosok penting dalam perkembangan Dewi Astutik. DON disebut sebagai “caretaker” sekaligus “Godfather” Dewi selama berada di Kamboja.

Peran DON The Godfather

Lewat perlindungan DON, Dewi merasa bisa mengendalikan jaringan apa pun dengan uang. DON inilah yang menjadi caretaker dan Godfather PAR als DA (Dewi Astutik) selama di Cambodia. Karena di Cambodia PAR (Dewi Astutik) merasa bisa kendalikan semua jaringan dengan uang," ucap dia.

Dari situ lah, keduanya membangun pola kerja yang menghubungkan Asia, Afrika, hingga Amerika Latin. Peran Dewi adalah mengatur kurir dan menyiapkan pengemasan narkoba, sementara DON menjadi pemasok barang sekaligus penyandang dana seluruh operasi.

"Untuk detail pihak-pihak yang membantu selain DON, serang dalam penyelidikan dan pendalaman, ucap dia.

Kolaborasi akhirnya terhenti. DON lebih dulu ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat, sementara Dewi masuk daftar red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024 dan juga menjadi buronan pemerintah Korea Selatan.

"Infonya DON menjadi DPO US DEA, sudah ditangkap dan dibawa ke US," ucap dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya