Prediksi Harga Bitcoin: Potensi Tembus USD 120.000 Desember Ini Jika Tren Bullish Berlanjut

Harga Bitcoin melonjak hampir 7% dan memicu prediksi penguatan hingga USD 120.000 berkat arus masuk ETF dan sentimen institusi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 04 Desember 2025, 10:00 WIB
Analis Ali Martinez menyebut resisten kuat Bitcoin berada di USD 99.000. Jika level itu ditembus, target berikutnya berada di USD 122.000. Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan signifikan. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin melonjak hampir 7% dan sempat menembus level USD 93.000, seiring pulihnya pasar kripto secara keseluruhan.

Kenaikan ini memicu gelombang optimisme baru, bahkan muncul prediksi bahwa harga Bitcoin berpotensi menembus USD 120.000 dalam waktu dekat.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (4/12/2025), para analis menilai, reli Bitcoin didorong oleh sejumlah faktor penting. Salah satunya adalah minat institusi yang terus meningkat, tercermin dari arus masuk dana ke US Spot Bitcoin ETF yang kembali menguat.

Analis juga mencatat saran Bank of America yang merekomendasikan investor mengalokasikan 4% portofolio ke aset digital.

Di sisi lain, lembaga investasi besar seperti Vanguard mulai memasukkan ETF kripto berbasis Bitcoin, XRP, Solana, dan Ethereum, sehingga menambah keyakinan pasar.

Dengan beberapa faktor pendukung tersebut, prospek Bitcoin pada Desember dinilai tetap bullish. Pasar juga menanti kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini, yang berpotensi menjadi katalis tambahan bagi reli Bitcoin.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

BTC Melonjak ke USD 93.000, Momentum ETF Dorong Sentimen Positif

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Secara teknikal, sejumlah analis melihat peluang Bitcoin naik hingga USD 120.000 atau lebih jika momentum saat ini bertahan. Bitcoin sempat jatuh ke USD 84.000 di awal bulan sebelum kembali rebound.

Volume transaksi juga meningkat hampir 19% menjadi USD 86 miliar, menandakan aktivitas pasar yang kembali bergairah.

Data Farside Investors menunjukkan US Spot Bitcoin ETF mencatat arus masuk USD 58,5 juta pada 2 Desember, sekaligus memperpanjang reli lima hari berturut-turut.

BlackRock menjadi penyumbang terbesar dengan inflow mencapai USD 120,1 juta.

 

Bisa Melonjak ke USD 140.000

Analis Ali Martinez menyebut resisten kuat Bitcoin berada di USD 99.000. Jika level itu ditembus, target berikutnya berada di USD 122.000.

Analis lain, Gert van Lagen, menilai munculnya sinyal bullish langka dari Bollinger Band Width yang turun di bawah 100—indikasi historis sebelum harga Bitcoin melesat parabolik.

Ia bahkan melihat potensi lonjakan menuju USD 140.000.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya