Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto jajaran atas mengalami tren kenaikan pada Kamis (4/11/2025). Mayoritas harga kripto hari ini seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum berkutat di zona hijau dengan pertumbuhan positif.
Melansir data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) selaku kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar naik 1,75 persen dalam 24 jam terakhir. Menjadi senilai USD 92.795 per koin atau setara Rp 1,54 miliar (kurs Rp 16.620 per dolar AS).
Advertisement
Senada, Ethereum (ETH) juga mengalami penguatan harga. ETH meroket 6,18 persen dalam sehari terakhir, sehingga berada di level Rp 52,86 juta per koin. Binance coin (BNB) pun mengalami kenaikan hingga 5,20 persen dalam 24 jam terakhir, ke angka Rp 15,32 juta.
Mata uang kripto papan atas lainnya seperti Cardano (ADA) pun iku menghijau. ADA naik 3,90 persen selama 24 jam terakhir, dan dipatok di level Rp 7.465 per koin.
Solana (SOL) pun ikut dalam tren penguatan. SOL melonjak 4,43 persen dalam satu hari, sehingga berada di level Rp 2,39 juta per koin.
Sama halnya dengan XRP yang ikut perkasa di zona hijau. XRP menguat hingga 2,20 persen dalam 24 jam dengan banderol Rp 36.397 per koin.
Koin Meme Dogecoin turut terkena tren menghijau hingga 3,86 persen. Sehingga diperdagangkan di level Rp 2.514 per token.
Di sisi lain, Stablecoin Tether (USDT) menurun tipis 0,03 persen menjadi Rp 16.620 per koin. Tak mau kalah, USD Coin (USDC) pun terkena pelemahan 0,01 persen ke level Rp 16.618 per koin.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto pada Kamis (4/12/2025) berada di level USD 3,17 triliun, atau setara Rp 52.685,4 triliun. Naik 2,47 persen dalam 24 jam terakhir.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Pasar Kripto Kembali Menghijau, Ini Pemicunya
Sebelumnya, pasar kripto berbalik arah pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin (BTC) menguat seiring pelaku pasar merespons melonjaknya harapan penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).
Selain itu, lonjakan aktivitas exchange traded fund (ETF) Amerika Serikat menyusul keputusan Vanguard untuk mencabut larangan pembelian ETF Bitcoin yang telah lama berlaku.
Kenaikan harga kripto berlanjut pada Rabu, (3/12/2025). Mengutip data coinmarketcap.com, harga bitcoin naik 5,88% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin melambung 4,44%. Harga bitcoin saat ini berada di kisaran USD 91.439 atau Rp 1,51 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.620).
Sementara itu, ether (ETH) bertambah 7,61% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga ETH menanjak 1,17%. Saat ini, harga ether berada di posisi USD 3.000,69.
Mengutip the block, total kapitalisasi pasar kripto naik menjadi USD 3,06 triliun atau Rp 50,85 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.619). Kapitalisasi pasar kripto pulih setelah merosot di bawah USD 3 triliun selama aksi jual pada Minggu pekan lalu.
Analis Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas menuturkan, lonjakan intraday bitcoin hampir bertepatan dengan pembukaan pasar saham AS pada Selasa waktu setempat, sesi pertama setelah klien Vanguard mendapatkan kembali akses ke ETF Bitcoin Spot.
“Bitcoin melonjak 6% tepat di sekitar pembukaan pasar AS pada hari pertama setelah larangan dicabut. Kebetulan? Saya rasa tidak,” tulis Balchunas di platform X dahulu bernama Twitter.
Peluang Penurunan Suku Bunga The Fed
Ia mencatat, IBIT BlackRock mencapai volume USD 1 miliar dalam 30 menit pertama. Vanguard yang berbalik arah ini terjadi pada hari yang sama ketika Bank of America dilaporkan memberi tahu penasihat di Merrill, Private Bank dan Merrill Edge kalau klien sekarang dapat mengalokasikan 1%-4% portofolio untuk kripto mengakhiri pembatasan lama yang mencegah lebih dari 15.000 penasihat secara proaktif merekomendasikan produk aset digital.
CEO Bitwise Hunter Horsley menuturkan, pertemuan perubahan kebijakan ini sebagai sinyal klasik pasar bearish. "Pialang terbesar kedua ini mengubah kebijakannya, dan tidak ada yang bersemangat," tulisnya.
CIO Bitwise, Matt Hougan, menambahkan di pasar yang sedang turun, perkembangan positif "diabaikan tetapi tidak dilupakan" dan terakumulasi sebagai "energi potensial" untuk tren naik berikutnya.
Pelaku pasar juga bertaruh lebih agresif pada suku bunga yang lebih rendah. CME FedWatch kini menunjukkan peluang 87,2% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 10 Desember, naik dari 63% sebulan lalu, dengan hanya 12,8% yang memperkirakan The Fed akan mempertahankan kisaran target 375–400 bps saat ini.
Pergeseran ini telah mendukung penawaran yang lebih luas di seluruh aset berisiko yang bergantung pada kondisi likuiditas yang lebih longgar, termasuk kripto.