Liputan6.com, Jakarta - Operasi Disaster Victim Identification (DVI) mengatakan sebanyak 290 korban yang tersebar di 12 kabupaten/kota telah teridentifikasi, sementara 122 korban dilaporkan masih hilang.
Tim identifikasi menggunakan metode identifikasi primer, yaitu tes DNA seiring prediksi kondisi jenazah yang tertimbun akan mulai membusuk dalam sepekan ke depan.
Advertisement
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, menyatakan tim DVI telah digerakkan secara intensif di seluruh kabupaten/kota terdampak.
“Kami telah menggelar operasi DVI yang tersebar di seluruh kabupaten di Sumatera Utara dengan kekuatan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel dari Polda Sumut,” ujar Kombes Pol Taufik Ismail, Rabu (3/12/2025).
Taufik menjelaskan bahwa seluruh korban yang teridentifikasi sejauh ini masih menggunakan data sekunder, seperti ciri fisik, sidik jari, atau properti yang melekat, karena mayoritas jenazah masih relatif utuh pada fase awal. Seluruh 290 jenazah yang telah teridentifikasi telah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kendala Identifikasi Korban Banjir
Berdasarkan pendataan terkini, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi wilayah dengan dampak paling berat. Dengan 122 korban masih dinyatakan hilang, tantangan terbesar kini adalah kondisi jenazah yang diperkirakan mulai membusuk akibat tertimbun.
“Ini mungkin seminggu ke depan akan lebih sulit untuk identifikasi karena jenazah yang masih tertimbun mengalami proses pembusukan. Sidik jari atau wajah mungkin sudah rusak,” jelas Karumkit.
Oleh karena itu, tim telah menyiapkan langkah antisipatif dengan metode identifikasi primer. “Kami menyiapkan langkah identifikasi menggunakan data primer, yaitu sampel DNA,” tegasnya.
Jika jenazah tidak teridentifikasi dan karena alasan keterbatasan tempat penyimpanan, Kombes Taufik memastikan akan dilakukan pemakaman dengan penandaan khusus.
Hal itu untuk memudahkan proses pengambilan jenazah jika di kemudian hari ditemukan kecocokan DNA yang dapat menunjukkan lokasi pemakaman kepada keluarga.
Untuk penanganan korban luka, seluruh pasien dirawat di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru, dengan opsi rujukan ke Kota Medan.
“Persediaan obat sejauh ini sudah kami terima dari Mabes Polri, dan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota yang paling memerlukan, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga,” pungkasnya.
Data Korban Banjir
Operasi DVI akan terus berlangsung mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah, dengan seluruh elemen kesehatan dan identifikasi dari Polda Sumut dan Mabes Polri tetap disiagakan di lapangan.
Berdasarkan pendataan terkini, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak paling berat, disusul beberapa daerah lain. Adapun rinciannya:
- Kab. Tapanuli Tengah: 86 orang meninggal dunia, 104 orang hilang
- Kab. Tapanuli Selatan: 84 orang MD, 4 orang hilang
- Kota Sibolga: 47 orang MD, 9 orang hilang
- Kab. Tapanuli Utara: 34 orang MD, 12 orang hilang
- Kota Medan: 12 orang MD
- Kab. Langkat: 14 orang MD
- Kab. Humbang Hasundutan: 8 orang MD, 1 orang hilang
- Kab. Pakpak Bharat: 2 orang MD
- Nias Selatan: 1 orang MD
- Kota Padang Sidempuan: 1 orang MD
- Kota Binjai: 1 orang MD