Piala Arab: Sejarah, Kejutan FIFA 2021, dan Proyeksi Edisi 2025 di Qatar

Piala Arab, kompetisi sepak bola bergengsi di dunia Arab, telah melalui perjalanan panjang hingga diselenggarakan FIFA. Simak kilas balik edisi 2021 dan antisipasi untuk Piala Arab FIFA 2025 di Qatar.

oleh ThomasDiterbitkan 03 Desember 2025, 17:00 WIB
Keseruan Piala Arab 2025 (AFP)

Liputan6.com, Jakarta- Piala Arab, atau yang kini dikenal sebagai FIFA Arab Cup, merupakan turnamen sepak bola internasional yang mempertemukan tim nasional senior putra dari negara-negara anggota Uni Federasi Sepak Bola Arab (UAFA). Kompetisi ini telah menjadi ajang penting untuk menunjukkan bakat-bakat sepak bola di kawasan tersebut.

Sejak edisi 2021, turnamen ini secara resmi berada di bawah naungan FIFA, menandai era baru bagi penyelenggaraan kompetisi ini. Perubahan ini membawa standar internasional dan perhatian global yang lebih besar terhadap Piala Arab.

Edisi FIFA Arab Cup 2021 di Qatar menjadi tonggak sejarah, tidak hanya sebagai yang pertama di bawah FIFA, tetapi juga sebagai ajang pemanasan vital menjelang Piala Dunia FIFA 2022. Turnamen ini berhasil menarik perhatian dunia dan menunjukkan kesiapan Qatar sebagai tuan rumah event besar.


Sejarah dan Tujuan Piala Arab

Keseruan Piala Arab 2025 (AFP)

Ide awal penyelenggaraan Piala Arab muncul pada tahun 1957, digagas oleh jurnalis Lebanon Nassif Majdalani dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Lebanon (LFA) Izzat Al Turk. Kemudian, pada tahun 1962, LFA secara resmi menyerukan pembentukan turnamen ini melalui presidennya, Georges Dabbas, yang mengorganisir pertemuan umum Arab.

Tujuan utama dari dibentuknya Piala Arab adalah untuk membina persatuan di antara negara-negara Arab melalui olahraga. Selain itu, turnamen ini juga bertujuan untuk menyajikan citra positif kawasan tersebut kepada dunia, menunjukkan semangat sportivitas dan kebersamaan.

Edisi perdana Piala Arab sukses digelar pada tahun 1963 di Lebanon, dengan Tunisia keluar sebagai juara pertama. Setelah sempat terhenti selama hampir dua dekade, turnamen ini kembali diadakan pada tahun 1985, dengan Irak menjadi tim paling sukses sepanjang sejarah dengan raihan empat gelar juara.


Piala Arab FIFA 2021: Tonggak Sejarah Baru

Edisi 2021 menandai era baru bagi Piala Arab, karena untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh FIFA dan secara resmi dinamakan FIFA Arab Cup. Turnamen ini berlangsung di Qatar dari 30 November hingga 18 Desember 2021, menjadi sorotan utama bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Piala Arab FIFA 2021 memiliki peran ganda sebagai ajang pemanasan dan uji coba penting menjelang Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Sebanyak 32 pertandingan final dimainkan di enam stadion yang juga akan digunakan untuk Piala Dunia FIFA 2022, termasuk peluncuran tiga stadion baru: Stadion Al Bayt, Stadion Al Thumama, dan Stadion Ras Abu Aboud.

Lanjut Baca:

Turnamen ini diikuti oleh 16 tim dari dua konfederasi, AFC dan CAF, dengan tujuh tim lolos melalui babak kualifikasi. Aljazair berhasil meraih gelar juara pertamanya setelah mengalahkan Tunisia 2-0 di final yang berlangsung di Stadion Al Bayt. Gol dicetak oleh Amir Sayoud pada menit ke-99 dan Yacine Brahimi pada menit ke-125 setelah perpanjangan waktu. Penghargaan individu juga diberikan untuk mengapresiasi performa terbaik. Yacine Brahimi (Aljazair) dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen, sementara Seifeddine Jaziri (Tunisia) menjadi Pencetak Gol Terbanyak dengan 4 gol. Raïs M'Bolhi (Aljazair) meraih penghargaan Penjaga Gawang Terbaik. Kemenangan Aljazair ini didedikasikan oleh pelatih Madjid Bougherra untuk rakyat Palestina dan Gaza, sebuah pesan persatuan yang kuat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya