Pramono Ingin Perayaan Nataru di Jakarta Meriah, Izinkan Pusat Keramaian Didekorasi Lebih Awal

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginginkan Jakarta menghadirkan suasana yang lebih meriah dalam rangka perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 03 Desember 2025, 13:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11/2025). (Foto: liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginginkan Jakarta menghadirkan suasana yang lebih meriah dalam rangka perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia meminta, berbagai rangkaian kegiatan digelar di berbagai titik kota. 

“Saya lebih menginginkan Jakarta dibuat lebih semarak,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12/2025).  

Pramono meminta panitia Natal untuk tidak hanya membuat satu acara besar saja, namun menyelenggarakan beberapa rangkaian agenda secara bertahap dan merata. Ia menilai, pendekatan ini akan menjangkau lebih banyak warga dan membuat atmosfer kota menjadi lebih hidup selama Desember. 

Sebagai bagian dari konsep tersebut, Pramono memberikan izin bagi pusat-pusat keramaian, pusat perbelanjaan, dan area publik untuk mempercantik diri dengan dekorasi tematik. Izin bahkan diberikan lebih awal. 

“Kenapa di awal kami mengizinkan beberapa pusat-pusat keramaian, pertukuan dan sebagainya untuk mereka dekorasi, menata diri termasuk beberapa yang viral,” katanya.

 

Izinkan Pertunjukan Musik Jalanan

Pengamen perkusi memainkan alat musiknya yang terbuat dari ember bekas di kawasan Bundaran HI saat CFD, Jakarta, Minggu (10/9). Tidak hanya untuk olahraga, CFD juga menjadi sarana hiburan dan liburan murah di Jakarta. (Liputan6.com/Gempur M. Surya)

Pramono menyebut, Pemprov DKI juga membuka ruang bagi pertunjukan musik jalanan di sejumlah jalan utama. Konsep ini diharapkan mendorong interaksi publik sekaligus memberi ruang kreatif bagi komunitas seni.

“Nanti saya juga mengizinkan untuk mereka bernyanyi di Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Pramono, untuk acara malam pergantian tahun, Pemprov DKI tetap akan memusatkan kegiatan di beberapa lokasi utama, seperti Bundaran HI hingga Monumen Nasional (Monas). 

Meski begitu, ia juga mempertimbangkan usulan tambahan lokasi perayaan, seperti Ancol atau Lapangan Banteng. Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan keamanan, akses, dan kapasitas ruang publik yang memadai.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memprediksi mobilitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan tinggi. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat memanfaatkan libur Nataru untuk berlibur atau pulang ke kampung halaman.

"Baik untuk merayakan Natal, liburan pulang kampung, atau liburan ke tempat-tempat wisata. Ini perlu kita siapkan bersama," kata Tito dalam rapat bersama dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait di Gedung C Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/12/2025).

 

Harga Pangan DIprediksi Naik

Perum Bulog Kantor Wilayah Bogor, memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke seluruh pasar tradisional di wilayah Bogor. (Foto: Liputan6.com/Achmad Sudarno).

Selain itu, kata Tito, kenaikan harga bahan pangan juga diprediksi terjadi saat libur Nataru. "Kemudian yang kedua, Nataru ini juga akan mengandung potensi kenaikan harga bahan pangan, karena untuk perayaan atau untuk pesta dan lain-lain. Oleh karena itulah, kita mengundang stakeholder di bidang kesiapan pangan," ujarnya.

Tito melanjutkan, pada libur Nataru nantinya juga terjadi potensi ancaman keamanan baik lalu lintas, maupun keamanan-keamanan yang berhubungan dengan bencana alam, tempat-tempat wisata yang ombaknya besar, hingga udara yang buruk serta kepadatan di titik-titik untuk perayaan malam tahun baru seperti di Ancol Jakarta dan lain-lain.

"Kita tidak ingin terjadi peristiwa seperti di Seoul, Korea pada saat terjadi Halloween beberapa tahun yang lalu. Itu tidak diamankan dengan baik, tidak diantisipasi baik, sehingga akhirnya mengakibatkan cukup banyak korban yang meninggal, 151 hampir 500 termasuk yang hilang," ungkapnya.

"Itu sama di negara yang modern tapi persiapannya tidak dilakukan. Akibatnya apa? Akibatnya terjadi desak-desakan, meninggal ini, kemudian dilakukan pengusutan investigasi, Wali kotanya menjadi tersangka, Kepala Polisi daerah itu, Itaewon ini jadi tersangka semua," sambung Tito.

Infografis Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya