Marak Hoaks Selama Penanganan Bencana, Komdigi Minta Masyarakat Hati-Hati

Sempat beredar kabar bohong atau hoaks soal air yang disebut akan naik dan memicu tsunami di Kabupaten Pidie Jaya.

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 03 Desember 2025, 16:01 WIB
Beberapa akses vital di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat putus. Tampak foto udara menunjukkan permukiman yang terendam banjir di Medan, Sumatera Utara, Jumat 28 November 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Aceh mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran informasi palsu atau hoaks yang marak beredar selama penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh. Pemerintah meminta warga segera melaporkan bila menemukan dugaan kabar tidak benar.

"Maraknya hoaks selama penanganan bencana membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima informasi," ujar Pranata Humas Ahli Madya Komdigi, Wiaji Cahyaningrum, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa, 2 Desember 2025, seperti dikutip dari Antara.

Konferensi pers tersebut digelar di Media Center Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Wiaji menyampaikan, banyak kabar yang beredar luas itu ternyata tidak benar dan bukan bersumber dari kanal resmi pemerintah, seperti isu 400 orang yang meninggal beberapa waktu lalu.

Selain itu, juga beredar kabar bohong soal air yang disebut akan naik dan memicu tsunami di Kabupaten Pidie Jaya. Padahal, seluruh informasi tersebut hoaks dan tidak memiliki dasar data resmi.

"Kita harap masyarakat tidak menyebarluaskan informasi bohong selama penanganan bencana demi mencegah keresahan dan dampak negatif di tengah masyarakat," ujar Wiaji.

Buat Konten Positif untuk Lawan Hoaks

Daerah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota/kabupaten lain yang juga mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Banyak rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat intensitas hujan ekstrem. Tampak dalam foto, warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Wiaji juga mengajak masyarakat, terutama anak muda di Aceh untuk aktif membuat konten positif sebagai upaya melawan hoaks. Upaya ini dinilai efektif dalam mempercepat penurunan penyebaran informasi palsu di ruang digital.

"Itu sebagai counter-counter yang sangat positif dan cepat untuk men-take down berita-berita hoaks," kata dia.

Dia pun mengingatkan pentingnya tiga langkah utama yang harus dilakukan masyarakat dan media dalam menyebarkan informasi yaitu, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, mengacu pada kanal resmi pemerintah sebagai sumber utama.

"Serta, melaporkan setiap dugaan hoaks melalui layanan pengaduan Komdigi (aduan konten)," tandas Wiaji Cahyaningrum.

Infografis Cek Fakta: 6 Tips Cara Identifikasi Hoaks dan Disinformasi di Medsos

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya