Belanda Umumkan Paket Bantuan Militer Rp4,83 Triliun ke Ukraina

Apa tujuan pemberian paket bantuan militer Belanda ke Ukraina?

oleh Tim GlobalDiterbitkan 03 Desember 2025, 19:30 WIB
Latihan militer bertajuk Zapad-2025 ini menjadi yang pertama yang diadakan sejak Rusia melancarkan invasi dengan skala penuh ke Ukraina pada 2022. (Olesya KURPYAYEVA/AFP)

Liputan6.com, Amsterdam - Belanda mengumumkan paket dukungan militer senilai 250 juta euro atau setara Rp4,83 triliun untuk Ukraina dengan menggunakan mekanisme Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina (PURL).

Pendanaan ini bertujuan untuk mempercepat pengadaan persenjataan yang dibutuhkan Kyiv menghadapi serangan Rusia, dikutip dari laman Antara News, Rabu (3/12/2025).

Menteri Pertahanan Ruben Brekelmans mengungkapkan komitmen itu saat menghadiri pertemuan tingkat menteri di Brussels, Senin (1/12).

Dia menekankan urgensi peningkatan bantuan jelang musim dingin dan serangan udara Rusia yang makin intensif.

PURL memungkinkan NATO mengoordinasikan pembelian peralatan pertahanan penting dari Amerika Serikat atas nama sekutu lain, dan mempercepat pengiriman sistem yang sulit dipenuhi melalui jalur reguler.

Menurut Kementerian Pertahanan, mekanisme tersebut memungkinkan pengiriman kemampuan yang “sangat dibutuhkan dan tidak dapat diberikan melalui cara lain,” termasuk sistem pertahanan udara, rudal, amunisi F-16, serta komponen penting lain dari stok AS.

Brekelmans menyebut akhir pekan lalu sebagai bukti baru intensitas serangan Rusia.

Karenanya, Ukraina memerlukan dukungan segera untuk mempertahankan wilayah dan melindungi infrastruktur dari gelombang serangan udara, katanya.

Ia menegaskan kontribusi 250 juta euro melalui PURL itu merupakan “langkah substansial” Belanda dalam membantu Ukraina mempertahankan diri dan menahan tekanan militer Rusia selama bulan-bulan terdingin.

Brekelmans menambahkan bahwa upaya diplomatik internasional, termasuk yang dipimpin Amerika Serikat, tidak boleh mengurangi urgensi dukungan militer langsung kepada Kyiv di medan perang.

“Perundingan damai tidak boleh mengalihkan fokus dari dukungan penuh bagi Ukraina,” katanya, seraya menegaskan bahwa tekanan terhadap Moskow harus dipertahankan melalui kanal diplomatik, ekonomi, dan pasokan militer.

Menurut dia, penguatan posisi Ukraina melalui dukungan bersenjata akan memperkuat posisinya dalam setiap proses negosiasi yang mungkin muncul dalam beberapa bulan mendatang.

Brekelmans menegaskan paket terbaru itu menunjukkan komitmen jangka panjang Den Haag untuk Kyiv dan menyerukan sekutu Eropa lainnya mempertahankan laju bantuan militer mereka.

Keamanan Ukraina berkaitan langsung dengan stabilitas kawasan sehingga dukungan kolektif sebagai elemen penting bagi keamanan bersama, katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya