PSI Sebut Akses Jalan di Aceh Masih Banyak Terputus Terdampak Banjir Bandang: Warga Butuh Bantuan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh terus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh dan wilayah sekitarnya.

oleh Tim NewsDiterbitkan 02 Desember 2025, 09:00 WIB
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mendata hingga Minggu 30 November 2025, ada 20 orang meninggal dunia dan 18 lainnya masih hilang sejak banjir menerjang wilayah tersebut pada Rabu 26 November 2025. Tampak dalam foto, orang-orang berjalan melintasi lumpur dan puing-puing di daerah terdampak banjir di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada 30 November 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh terus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh dan wilayah sekitarnya.

Ketua DPW PSI Aceh Zulkarnaini Syeh Joel menjelaskan, distribusi bantuan sudah dilakukan sejak hari pertama bencana.

"Untuk hari pertama, Senin 1 Desember 2025 relawan PSI Aceh menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, mineral, indomi dan ikan sarden untuk 8 dapur umum di desa terparah terkena imbas banjir dan bahkan ada yang terisolir. Ke delapan dapur umum itu tersebar di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Jangka, Kecamatan Peusangan, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen," ujar Zulkarnaini melalui keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).

Dia menambahkan, bantuan tahap berikutnya kembali tiba di posko utama di Desa Pulo Ara Meunasah Gadong pada pukul 19.00 WIB.

"Bantuan diterima dalam bentuk barang berupa beras, roti, susu, air mineral," ucap Zulkarnaini.

Hanya satu jam setelah tiba, bantuan tersebut langsung disalurkan ke anak-anak yang mengungsi di Masjid Agung Sultan Jempa. Bantuan yang disalurkan oleh relawan PSI berupa susu, roti dan air mineral.

"Kami serahkan kepada anak-anak dari keluarga yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, mereka terpaksa harus mengungsi lantaran jalan akses utama ke daerah tersebut putus total akibat jembatan rubuh di seputar Desa Juli," terang Zulkarnaini.

 

Kebutuhan Mendesak Warga

Menurut Zulkarnaini, kendala terbesar dalam distribusi bantuan adalah akses jalan rusak dan jembatan penghubung yang putus.

"Kendala saat pendistribusian adalah di jalan yang kita lalui, ada jembatan penghubung antar desa dan kecamatan putus, sehingga perlu alternatif lain yang bisa menembus ke titik bagi bantuan," ucap dia.

Zulkarnaini mengatakan, PSI mencatat beberapa kebutuhan utama warga. Selain bahan pokok makanan, semisal beras, ikan atau telur, saat ini warga membutuhkan obat obatan, untuk kaum ibu.

"Terutama yang memiliki anak anak balita, sangat dibutuhkan adalah kebutuhan bayi, semisal susu, pempers, atau bubur untuk bayi," papar dia.

Zulkarnaini menekankan perlunya pakaian bersih dan alat berat untuk membersihkan akses jalan. Lumpur banjir yang sudah mengering, kata Zulkarnaini, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

"Oleh karena itu, butuh dukungan semua pihak agar jalanan di desa yang berimbas banjir perlu segera dibersihkan," kata dia.

Saat ini relawan masih memprioritaskan penyaluran bantuan. Selain itu, PSI Aceh juga mulai menyiapkan kegiatan gotong royong untuk membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan terdampak.

"Saat ini, PSI Aceh fokus pada pendistribusian bantuan berupa bahan makanan, lantaran yang menurut kami masih ada kekurangan makanan dan kebutuhan lainnya, terlebih daerah yang sulit dijangkau," tutup Zulkarnaini.

Infografis Duka Bencana Beruntun di Sumut. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya