Waktu Terbaik Melihat Cold Moon, Supermoon Terakhir pada 2025

Sebelum Cold Moon, masyakarat di seluruh dunia telah menikmati dua supermoon langka sepanjang 2025.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 02 Desember 2025, 13:00 WIB
Bulan purnama terakhir tahun ini yang dikenal sebagai Cold Moon terbit melalui langit cerah melewati serangkaian lampu putih di corniche Doha, di Doha, Qatar, Rabu (7/12/2022). Bulan purnama Desember disebut Full Cold Moon karena kemunculannya bertepatan dengan musim dingin yang benar-benar menggigilkan di belahan Bumi utara. (AP Photo/Hassan Ammar)

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang akhir tahun, supermoon terakhir pada 2025, yang dikenal sebagai Cold Moon, segera menjelang. Sebelumnya, masyakarat di seluruh dunia telah menikmati dua supermoon langka sepanjang tahun ini, dengan yang paling terang dan terbesar dalam 12 bulan terakhir muncul bulan lalu.

Melansir Newsweek, Selasa (2/12/2025), supermoon terjadi ketika bulan purnama berada tepat di titik terdekat bulan dengan Bumi dalam orbitnya, titik yang dikenal sebagai perigee, sehingga membuatnya tampak lebih besar dari biasanya.

"'Supermoon' bukanlah istilah astronomi resmi, tapi biasanya digunakan untuk menggambarkan bulan purnama yang berada dalam jarak setidaknya 90 persen perigee," jelas NASA. Dikenal juga sebagai "Bulan Malam Panjang," Cold Moon diprediksi akan mencapai puncaknya pada Kamis, 4 Desember 2025.

Bulan ini akan mulai terbit tepat setelah matahari terbenam. Namun, puncak bulan purnama akan terjadi sekitar tengah malam.

Time Out menulis, cara terbaik menikmati supermoon adalah saat bulan baru terbit, ketika ia muncul di atas cakrawala timur tepat setelah matahari terbenam. Saat ini, ilusi bulan membuatnya tampak sangat besar, dan jika terlihat di atas pepohonan, gedung, atau cakrawala, itu akan menambah kesan dramatisnya.

Untuk menikmati supermoon sepenuhnya, semakin gelap area yang Anda kunjungi, semakin baik. Anda seharusnya bisa melihat Cold Moon tanpa peralatan apapun—cukup lihat ke atas untuk menikmati kehadirannya yang penuh dan terang. Namun, teleskop atau teropong mungkin dapat membantu Anda mengamatinya dengan lebih detail. 

Supermoon Selama 2026

Bulan purnama terakhir tahun ini yang dikenal sebagai Cold Moon muncul di belakang menara Galata di Istanbul, Turki, Rabu (7/12/2022). Bulan purnama Desember sendiri dikenal sebagai Cold Moon atau Bulan Dingin. (AP Photo/Emrah Gurel)

Secara spiritual, Cold Moon diyakini melambangkan "berbalik ke dalam, memperlambat, merenung, dan tumbuh dengan tenang." Fenomena itu disebut demikian karena terbit pada bulan Desember, saat Belahan Bumi Utara sedang dilanda musim dingin, menandai malam terpanjang dan terdingin.

Setelah ini, supermoon pertama tahun 2026 akan menerangi langit pada Sabtu, 3 Januari. Lalu, diikuti dua supermoon lagi di akhir tahun pada 24 November dan 23 Desember 2026.

Sementara Cold Moon jadi supermoon terakhir pada 2025, tahun lalu fenomena langit serupa ditutup Beaver Moon. Kanal Global Liputan6.com melansir laman NASA, 14 November 2024, bulan purnama super ini terjadi pada Sabtu, 16 November 2024, pukul 04.29 WIB. Tahun lalu, ada empat supermoon yang menerangi langit Bumi.

Supermoon Selama 2024

Penampakan fenomena supermoon terlihat dari langit Trebons-sur-la-Grasse di Prancis selatan, Minggu (3/12). Selain dinamai Full Cold Supermoon, Supermoon ini juga disebut Big Spirit Moon atau Blue Moon. (AFP PHOTO / REMY GABALDA)

Nama Beaver Moon berasal dari berang-berang yang biasanya aktif di saat-saat bulan ini hadir untuk memperkuat bendungan mereka dan menimbun persediaan makanan untuk musim dingin.

Karenanya, penduduk asli Amerika dan Eropa menamai fenomena langit itu sebagai Beaver Moon. Pada masa lalu, November juga menjadi waktu untuk menjebak berang-berang guna memanfaatkan bulu tebal mereka untuk pakaian hangat.

Menurut NASA, Beaver Moon 2024 lebih istimewa karena gugus bintang pleiades atau "Seven Sisters" tampak dari kiri bawah bulan pada 15 November 2024. Lalu pada 16 November, Pleiades akan berada di kanan atas bulan. Sebelum Beaver Moon, Sturgeon Moon hadir pada Agustus, disusul Harvest Moon di September, dan Hunter's Moon di Oktober 2024.

Fenomena Langit pada Desember 2025

Salah satu foto terbaik NASA di 2016, Planet Merkurius tampak dari Bumi. Sumber: NASA

Selain Cold Moon, penampakan Merkurius jadi fenomena langit lainnya pada Desember 2025, rangkum National Geographic. Planet ini jarang menjauh dari silau matahari, tapi pada 7 Desember, Merkurius mencapai elongasi terbesarnya—jarak terjauh yang terlihat dari matahari. Inilah waktu terbaik untuk melihat "planet cepat" ini tanpa terhalang cahaya matahari.

Lihatlah sekitar satu jam sebelum matahari terbit di pagi hari tanggal 7 Desember. Merkurius akan terbit di atas ufuk timur, diikuti Venus.

Kemudian, nantikan hujan meteor Geminid yang melimpah di langit selama puncaknya pada 13─14 Desember. Hujan meteor ini secara historis merupakan salah satu hujan meteor tahunan yang paling produktif, menghasilkan 60 hingga 120 meteor per jam selama puncaknya dalam kondisi alami. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya