Fenomena Cold Moon Muncak 4 Desember, Cek Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Fenomena Cold Moon akan mencapai puncaknya pada 4 Desember 2025 pukul 21.48 WIB. Bulan Dingin ini bertepatan dengan Supermoon dan dapat diamati langsung dari rumah.

oleh Arief Ferdian MaulanaDiterbitkan 02 Desember 2025, 12:31 WIB
Ilustrasi super blue moon, bulan biru. (Photo by Daniele Levis Pelusi on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena Cold Moon akan mncapai puncaknya pada 4 Desember 2025 pukul 21.48 WIB, di mana masyarakat Indonesia bisa menikmati 'Bulan Dingin' ini langsung dari halaman rumah.

Anda juga bisa mengamati fenomena Cold Moon ini menggunakan mata telanjang atau memakai teropong bila ingin melihat bentuk Bulan lebih jelas dan detail.

Dikutip dari BBC Sky at Night Magazine, Selasa (2/11/2025), fenomena Cold Moon ini dapat menjadi momen tepat untuk melihat pola sinar dan ejecta di permukaannya. Anda dapat mencoba mengamati pelangi Bulan jika kondisi langit cerah.

Cold Moon menjadi purnama terakhir yang menerangi langit pada penghujung 2025, di mana fenomena ini selalu muncul di Desember dan memiliki makna budaya panjang.

Nama Cold Moon sendiri berasal dari tradisi suku Mohawk di Amerika Utara, dengan menyebut Bulan Purnama Desember sebagai tanda masuknya musim dingin.

Sejak lama, masyarakat di berbagai dunia menganggap ini sebagai waktu untuk refleksi dan menutup tahun dengan perenungan. Di beberapa tradisi, fenomena langit ini menjadi simbol pergantian musim dan awal perjalanan baru.

Fenomena tahun ini terasa lebih istimewa, karena kali ini posisi Bulan sedang berada lebih dekat dengan Bumi Ukurannya akan terlihat lebih besar di langit malam. Tak hanya itu, Bulan akan membentuk pola segitiga bersama gugus bintang Pleiades dan Aldebaran.

Planet Jupiter juga akan terlihat lebih dekat dengan Bulan, dan Rasi Orion akan terlihat jelas dan menjadi latar belakang sehingga membuat langsung malam Desember tahun ini terlihat lebih cantik.

 

Peluang dan Dampak Visualnya

Dalam beberapa tradisi spiritual, Cold Moon memiliki makna penting sebagai waktu untuk refleksi dan introspeksi. Bulan Purnama terakhir dipercaya mendorong individu untuk merenungkan perjalanan hidup, menilai pencapaian, dan merencanakan masa depan.

Cold Moon juga sering dikaitkan dengan perayaan dan festival yang menandai akhir tahun serta awal musim dingin.

Cara Mengamati Fenomena Cold Moon

Berikut cara mengamati Bulan Dingin (Cold Moon) yang dikutip dari BBC Skyatnightmagazine: 

  • Perhatikan apakah Bulan purnama yang terbit terlihat lebih besar - ini dikenal sebagai ilusi Bulan
  • Apakah Bulan yang terbit juga terlihat oranye atau merah karat?
  • Meskipun tidak, sebaik Bulan sabit atau Bulan gibbous, amati Bulan dengan teropong atau teleskop
  • Fotografikan Bulan dengan kamera DSLR atau smartphone
  • Ambil kertas dan pensil, lalu sketsakan Bulan
  • Bulan Purnama adalah waktu yang baik untuk mengamati sistem ejecta sinar Bulan
  • Periksa apakah Anda dapat melihat halo atau busur di sekitar Bulan
  • Periksa apakah Anda dapat melihat pelangi Bulan

Berikut Cara Lainnya

Atau kalian bisa mengamati dengan mudah yang dikutip dari KBEonline yaitu:

  • Waktu terbaik: Malam 4-5 Desember, mulai terbit pukul 18:30 WIB di ufuk timur. Puncak purnama 07:14 WIB (5/12), tapi tampak penuh sejak malam sebelumnya.
  • Lokasi ideal: Daerah minim polusi cahaya seperti Pantai Anyer (Banten), Gunung Bromo (Jatim), atau Taman Nasional Lorentz (Papua). Gunakan app seperti Star Walk atau Sky Tonight untuk arahkan.
  • Tips aman: Foto pakai tripod dan lensa tele (minimal 200mm); hindari kacamata eclipse karena ini bukan gerhana matahari. Cuaca diprediksi cerah di Jawa, tapi pantau prakiraan BMKG untuk hujan lokal.
  • Event khusus: Komunitas astronomi seperti Himpunan Astronomi Semesta (HAS) gelar watching party di Jakarta dan Bali—daftar gratis via Instagram @has_indonesia.
Infografis Fenomena Super Snow Moon (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya