Top 3 Tekno: Bocoran iPhone 17e hingga Program Beta One UI 8.5

Bocoran desain dan spesifikasi iPhone 17e menuai perhatian para pembaca.

oleh IskandarDiterbitkan 02 Desember 2025, 11:30 WIB
iPhone 16E menyandang predikat sebagai smartphone murah di keluarga iPhone 16 Series

Liputan6.com, Jakarta - Bocoran mengenai desain dan spesifikasi iPhone 17e menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (1/12/2025) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari program beta One UI 8.5 yang disebut bakal meluncur pada 8 Desember 2025.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Bocoran iPhone 17e Terungkap, Pakai Dynamic Island dan Chip A19

Bocoran terbaru tentang iPhone 17e ramai beredar di internet, dengan memberikan sedikit gambaran tentang strategi baru Apple untuk ponsel ramah di dompet ini.

Rumor menyebutkan, ponsel penerus iPhone 16e ini bakal mengalami perubahan dari sisi desain dan sudah menggunakan hardware setara dengan iPhone model standar, tetapi berada di segemen harga terjangkau.

Mengutip MyDrivers via Gizmochina, Senin (1/12/2025), Apple bakal mengganti notch tebal dan membawa Dynamic Island ke iPhone 17e. Alhasil, ponsel tersebut kini terlihat seragam dengan lini iPhone baru lainnya.

Perusahaan berbasis di Cupertino itu diperkirakan tetap bakal mempertahankan panel layar 6,1 inci dengan refresh rate 60Hz. Pilihan ini menempatkan iPhone 17e tetap pada kategori aman dari sisi harga.

Di sektor performa, iPhone 17e disebut akan dibekali chip A19. Namun, Apple diyakini akan melakukan penyesuaian pada jumlah inti GPU untuk membedakannya dari model reguler.

Kombinasi chipset baru dan efisiensi iOS dinilai sudah cukup mendukung performa stabil untuk penggunaan jangka panjang, terutama bagi pengguna iPhone seri lama seperti iPhone 11 ingin melakukan upgrade.

Baca selengkapnya di sini 

 

2. Program Beta One UI 8.5 bakal Meluncur 8 Desember 2025?

One UI 8.5 Galaxy S25 Ultra dilaporkan akan luncurkan uji coba pertamanya 8 Desember. (Doc. Sam Mobile).

Program uji coba One UI 8.5 untuk perangkat Samsung Galaxy disebut akan segera dimulai. Setelah gagal meluncur pada November 2025 seperti rencana awal, sejumlah sember di platform X menyebut program beta itu akan dibuka pada 8 Desember2025.

Penundaan ini diduga berkaitan dengan majunya jadwal peluncuran seri Galaxy S26, sehingga jadwal uji coba antarmuka terbaru Samsung ikut bergeser.

Setiap program beta One UI dibagi menjadi beberapa fase, dan kali ini fase pertama kabarnya akan diluncurkan di Amerika Serikat (AS), Inggris, Korea Selatan, dan Jerman.

Fase kedua kabarnya akan dimulai pada 22 Desember 2025, saat Samsung akan memperluas program beta ke India dan Polandia, serta merilis pembaruan beta kedua untuk pasar fase pertama.

Dilansir Sam Mobile, Senin (1/12/2025), pengamat teknologi Tarun Vats menyebut Samsung kemungkinan akan merilis setidaknya tiga versi beta.

Versi ketiga diprediksi hadir pada pekan pertama Januari 2026, meskipun jadwal tersebut masih dapat berubah mengingat sifat perangkat lunak beta yang tidak stabil.

Baca selengkapnya di sini 

 

3. TikTok Uji Fitur Baru untuk Atur Seberapa Banyak Konten AI Muncul di FYP

Ilustrasi halaman Pusat Panduan #PikirDuaKali TikTok. (c) Fimela/Gilar Ramdhani

TikTok dikabarkan sedang mulai menguji fitur baru, di mana pengguna kini memiliki kendali lebih besar atas seberapa banyak konten berbasis AI muncul di tab FYP (For You Page).

Fitur ini merupakan bagian dari upaya TikTok untuk mempersonalisasi rekomendasi dan memastikan pengguna menemukan konten yang mereka sukai.

Dilansir The Verge, Senin (1/12/2025), kontrol ini akan muncul di mnu Kelola topik, di mana pengguna bisa menggeser slider untuk meminta lebih banyak konten buatan AI atau justru dikurangi.

Tak hanya itu, fitur baru TikTok ini juga dilengkapi dengan opsi bila pengguna tidak tertarik dengan konten AI tersebut dan filter kata kunci. Aplikasi buatan ByteDance tersebut juga menyematkan watermark tidak terlihat, di mana hanya sistem TikTok yang bisa membaca dan sulit dihapus.

Adapun watermark ini diterapkan pada konten-konten yang dibuat menggunakan AI tools TikTok, seperti AI Editor Pro.

Teknologi ini juga berlaku untuk video yang diunggah memakai standar autentikasi industri C2PA. Perusahaan menyebut, pengembangan ini akan meningkatkan kemampuan deteksi AI di platform mereka.

Baca selengkapnya di sini 

Infografis 7 Gelagat Pria Ketika Selingkuh via Ponsel. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)

Infografis 7 Gelagat Pria Ketika Selingkuh via Ponsel. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya