IHSG Dibuka Perkasa 2 Desember 2025, Sektor Industri Jadi Penopang

IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa ini. Sebanyak 290 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Desember 2025, 09:30 WIB
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke posisi 8.577,60 dari penutupan sebelumnya 8.548,78. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan saham Selasa, (2/12/2025). IHSG hari ini dibuka menguat didorong oleh sektor industri dan cyclical.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke posisi 8.577,60 dari penutupan sebelumnya 8.548,78. Indeks saham LQ45 bertambah 0,50% ke angka 855,23. Sebagian besar indeks saham berada di zona hijau.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, pada pukul 09.25 WIB, IHSG masih menguat 0,49% atau 40,85 poin ke posisi 8.588,78.

IHSG sempat berada di level tertinggi 8.597,06 dan level terendah 8.564,06.

Sebanyak 290 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Selain itu, 237 saham melemah dan 187 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 528.217 kali dengan volume perdagangan saham 7,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,9 triliun.

Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.630.

Sebagian sektor saham menguat hanya satu sektor yang melemah yaitu kesehatan yang turun 0,85%. Sektor saham industri naik 1,10%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham dasar juga naik 1,05%.

IHSG Diprediksi Sideways

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang sideways pada perdagangan saham Selasa (2/12/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.440-8.600. Bagaimana rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup menguat 0,47% tetapi disertai aksi jual saham oleh investor asing Rp 104 miliar pada perdagangan saham Senin, 1 Desember 2025. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain BBRI, BUMI, RAJA, BRPT, dan CUAN.

"IHSG berpotensi sideways hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.440-8.500 dan level resistance 8.570-8.600 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Rekomendasi Saham

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, momentum naik terjaga, IHSG bertahan di atas level support kritis. Ia mengatakan, IHSG mempertahankan tren positif meski momentum belum pulih sepenuhnya. Dengan critical level di 8.412, bias jangka pendek tetap bullish selama indeks bertahan di atas level ini.

“Jika IHSG mampu menembus 8.575-8.650, ruang kenaikan menuju 8.700 terbuka, sementara koreksi ke area 8.475-8.400 masih termaksud pullback sehat selama tidak melewati critical support,” kata dia.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya