Liputan6.com, Jakarta Rangkaian Festival Sepak Bola Rakyat di lima kota Indonesia, yakni Labuan Bajo, Jakarta, Palu, Makassar, dan Manado, selesai digelar. Program yang menjadi wadah pengembangan talenta sepak bola usia muda tersebut melibatkan lebih dari 1.700 peserta berusia 16–18 tahun dari 78 sekolah, klub, dan komunitas.
Selain mendapat sambutan dari para peserta, festival yang diprakarsai PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) bersama Coca-Cola Indonesia ini berhasil menarik lebih dari 4.000 penonton selama rangkaian penyelenggaraan. Beragam kegiatan seperti coaching clinic, coaching seminar, pertandingan kompetitif, hingga aktivitas komunitas dihadirkan untuk memberikan pengalaman sepak bola yang lebih menyeluruh bagi generasi muda.
Advertisement
Edisi terakhir Festival Sepak Bola Rakyat berlangsung di Manado pada 25–27 Juni 2026. Kota tersebut menjadi penutup rangkaian festival yang sebelumnya dimulai di Labuan Bajo (12 Desember 2025), kemudian berlanjut ke Jakarta (22 Januari 2026), Palu (24–26 April 2026), dan Makassar (21–23 Mei 2026).
Direktur PT GGN Rizky Aidi mengatakan, tingginya antusiasme di lima kota menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap sepak bola, khususnya di kalangan generasi muda.
“Festival Sepak Bola Rakyat telah sukses diselenggarakan di lima kota dengan melibatkan ribuan peserta dari 78 sekolah, klub, dan komunitas. Antusiasme yang kami lihat di setiap kota menunjukkan bahwa sepak bola memiliki tempat yang istimewa di hati generasi muda dan masyarakat Indonesia,” ujar Rizky pada keterangan yang diterima Liputan6.com.
Dari Labuan Bajo hingga Manado
Pemilihan lima kota penyelenggaraan menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses dan pengalaman sepak bola yang lebih merata bagi pemain muda di berbagai daerah.
Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria menilai program seperti Festival Sepak Bola Rakyat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia muda secara berkelanjutan.
“Pembinaan sepak bola usia muda membutuhkan proses yang konsisten serta dukungan dari berbagai pihak. Festival Sepak Bola Rakyat menjadi wadah yang bermakna karena mempertemukan pemain muda, pelatih, orang tua, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem,” kata Ratu Tisha.