KKP Resmikan IPMAPHERI, Jaga Mutu dan Pasokan Ikan Program MBG

IPMAPHERI berperan dalam memastikan pasokan ikan yang aman dan bermutu guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG),

oleh Septian DenyDiterbitkan 01 Desember 2025, 14:20 WIB
Pekerja menjemur ikan asin di Sentra Pengolahan Ikan Asin Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Produksi ikan asin mengalami harga stabil saat pandemi Covid-19 di level 1 dengan harga jual kisaran Rp 38 ribu per kilogram meski cuaca kurang baik. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Ikatan Profesi Pembina Mutu dan Analis Pasar Hasil Kelautan dan Perikanan Indonesia (IPMAPHERI). Pembentukan ikatan profesi ini sebagai wadah bagi para pembina mutu dan analis pasar untuk menghimpun dan memperkuat kapasitas melalui peningkatan kompetensi, pendampingan pelaku usaha, serta edukasi publik tentang pentingnya ikan sebagai sumber protein berkualitas bagi masyarakat.

Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud mengungkapkan kehadiran IPMAPHERI akan memperkuat kemampuan pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga standar mutu, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta mendorong hilirisasi produk kelautan dan perikanan.

"Pertumbuhan industri perikanan menghadirkan banyak peluang, organisasi profesi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor sekaligus penggerak peningkatan kompetensi anggotanya," kata Machmud melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Machmud menjabarkan peran yang bisa diisi IPMAPHERI dalam rangka implementasi program prioritas KKP, di antaranya peningkatan mutu dan keamanan pangan ikan, hilirisasi dan nilai tambah produk, serta penyediaan analisis pasar yang akurat untuk memperkuat akses pasar nasional dan ekspor.

IPMAPHERI juga diharapkan berperan dalam memastikan pasokan ikan yang aman dan bermutu guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendorong penerapan prinsip Ekonomi Biru melalui praktik pascapanen yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

"Dengan peran strategis tersebut, organisasi ini menjadi mitra penting pemerintah dalam menjaga mutu dan memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia," tuturnya.

 

Dukung Program Pemerintah

Ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Selasa (27/12/2022). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2023 menargetkan peningkatan nilai ekspor komoditas kelautan dan perikanan hingga mencapai USD 7,6 miliar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara Ketua IPMAPHERI, Abdul Rachman yang disapa Aab memastikan kesiapannya dalam mendukung program pemerintah. Dia menilai peresmian organisasi saat peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) sebagai momentum untuk menegaskan pentingnya masyarakat mengonsumsi ikan berkualitas, aman, dan bernilai tambah.

"Pembentukan IPMAPHERI menjadi langkah penting dalam memperkuat pilar sumber daya manusia, terutama SDM teknis yang berperan menjaga mutu produk, keamanan pangan, dan akses pasar," terang Aab.

Adapun anggota IPMAPHERI saat ini mencapai 1.050 Pembina Mutu dan 478 Analis Pasar Hasil Perikanan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Aab menyebut SDM teknis yang besar ini merupakan modal strategis yang perlu dihimpun dalam satu organisasi profesional agar peningkatan kompetensi, standardisasi layanan, dan koordinasi kerja dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan terukur.

"Untuk itulah organisasi profesi seperti IPMAPHERI ini hadir dan akan berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan pangan, dan nilai produk dari hulu hingga hilir," tutupnya.

 

Keputusan Menteri KP

Udang hasil tangkapan nelayan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Sebagai informasi, IPMAPHERI dibentuk melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 62 Tahun 2025. Organisasi profesi ini mewadahi Pembina Mutu (PM) dan Analis Pasar Hasil Perikanan (APHP) dalam mendorong peningkatan mutu dan nilai hasil perikanan nasional.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menekankan penguatan ekonomi biru dan pemanfaatan blue food menjadi kunci pemenuhan pangan masa depan. Dia optimis laut mampu menyediakan sumber protein yang berkualitas, dan berkelanjutan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya