Liputan6.com, Jakarta Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang kembali menyelenggarakan kegiatan SENIAS (Seminar Nasional Inspirasi Komunikasi) Batch 3 dengan mengangkat tema “Karier Kreatif di Film, Mulainya Gimana?”. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Darsono, Universitas Pamulang II pada Selasa, 27 November 2025.
Diikuti sekitar 2.500 mahasiswa, acara ini bertujuan untuk membantu mengarahkan mahasiswa agar lebih memahami keberadaan dunia industri film sebagai salah satu subsektor industri kreatif yang memiliki peranan strategis dalam pembangunan budaya, ekonomi, maupun identitas bangsa.
Advertisement
Adapun narasumber yang hadir pada kegiatan ini antara lain Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Naswardi, Wakil Ketua LSF RI Noorca Marendra Massardi, Ketua Komisi 3 LSF Kuat Prihatin, Ketua Subkomisi sosialisasi LSF Titin Setiawati, Ketua Subkomisi Dialog LSF Widayat, Produser Film Prima Taufik, dan Penulis Film Falissa Putri.
Sementara dari narasumber dari Universitas Pamulang antara lain Ketua Yayasan Sasmita Jaya Pranoto, Rektor Universitas Pamulang (Unpam) Dr. E. Nurzaman, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpam Dameis Surya Anggara, dan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Katry Anggraini.
Dalam sambutannya, Pranoto mengatakan prodi ilmu komunikasi Universitas Pamulang berdiri sejak 2022 namun sudah memiliki perkembangan cukup signifikan. Hal ini terlihat dari antusiasi mahasiswa yang ingin belajar di prodi ilmu komunikasi. Tak hanya hal tersebut, kegiatan yang diadakan prodi ilmu komunikasi juga mampu melahirkan informasi baru bagi mahasiswa bahkan masyarakat. Hal ini tentunya tidak terlepas dari komunikasi secara baik dan efisien dari aspek lingkup Universitas Pamulang.
"Komunikasi tahun 2022 secara umur masih balita, tapi ‘obesitas’. Perkembangan tetap membutuhkan komunikasi dan efisien. Jadi yayasan ingin sekali hal positif, adanya informasi kepada masyarakat, diimbangi kunci ilmu komunikasi dalam mengonsumsikan berbagai aspek," ujar Pranoto.
Sementara itu, Rektor Unpam Nurzaman menambahkan komunikasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dalam upaya mendapatkan proses pembelajaran. “Maka itu variasi komunikasi perlu dikembangkan maka manfaat sebaiknya agar program ini berjalan dengan baik,” ujar Nurzaman.
Hal senada juga dikatakan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Katry Anggraini, menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan tetapi juga sebagai sarana komunikasi massa, ekspresi seni, edukasi, serta representasi nilai-nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat.