Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 3 Desember memiliki makna penting bagi berbagai kalangan mulai dari insan Pekerjaan Umum, komunitas penyandang disabilitas, hingga umat Kristiani yang memasuki masa Adven.
Selain itu, ada pula peringatan bertema kemanusiaan dan solidaritas yang turut diperingati masyarakat dunia.
Advertisement
Indonesia khususnya di Bandung, pada momen hari Rabu (3/12/2025) ini mengingatkan bangsa pada keberanian 21 pemuda PU yang mempertahankan Gedung Sate pada 1945.
Tujuh di antaranya gugur dan dikenal sebagai Pahlawan Sapta Taruna, sebuah pengorbanan yang masih dikenang hingga kini.
Di panggung dunia, 3 Desember hari ini menjadi ajakan untuk membuka mata pada tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas. Kesetaraan akses dan ruang inklusif bukan sekadar slogan, tetapi kebutuhan nyata.
Bagi umat Kristiani, tanggal 3 Desember juga menandai Minggu Pertama Advent, waktu untuk hening dan menata hati menyambut Natal.
Advent adalah masa empat minggu sebelum Natal yang dirayakan oleh umat Kristiani sebagai periode persiapan rohani untuk menyambut kelahiran Yesus.
Dan di sisi lain, ada peringatan manis di tanggal 3 Desember, yakni Hari Berpelukan. Sebuah gestur kecil yang menghadirkan kenyamanan, kehangatan, dan hormon bahagia sekaligus.
Secara ilmiah, pelukan dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam menurunkan stres, menstabilkan tekanan darah, dan meningkatkan perasaan bahagia.
Berikut sederet peringatan yang jatuh pada tanggal 2 Desember, dirangkum Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:
Hari Bakti Pekerjaan Umum
Dilansir Liputan6.com dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum, Hari Bakti PU diperingati setiap 3 Desember untuk mengenang peristiwa heroik pada 3 Desember 1945 di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat, yang kini dikenal sebagai Gedung Sate, Bandung.
Pada hari itu, pasukan NICA bersenjata lengkap mengepung gedung yang dipertahankan oleh 21 petugas Gerakan Pemuda Pekerjaan Umum.
Meski jumlah dan persenjataan tidak seimbang, para petugas tetap melakukan perlawanan sengit hingga pertempuran berakhir pukul 14.00 WIB.
Tujuh pegawai PU gugur dalam kejadian tersebut dan jenazah mereka tidak pernah ditemukan. Mereka kemudian dikenang sebagai Pahlawan Sapta Taruna, yaitu Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono.
Hari Penyandang Disabilitas Internasional
Dilansir Liputan6.com dari National Today Setiap 3 Desember, dunia memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional, sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai hak, aksesibilitas, dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Peringatan ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas, baik fisik maupun mental, adalah bagian penting dari masyarakat dan memiliki kontribusi yang sama berharganya.
Beberapa cara masyarakat dapat berpartisipasi, antara lain mengadvokasi aksesibilitas di ruang publik, memberikan bantuan sederhana kepada penyandang disabilitas di sekitar kita, mempelajari keterampilan seperti bahasa isyarat atau cara berkomunikasi yang inklusif.
Minggu Pertama Advent
Dilansir Liputan6.com dari National Today, Pada tahun ini, Minggu Pertama Advent jatuh pada 3 Desember.
Advent adalah masa empat minggu sebelum Natal yang dirayakan oleh umat Kristiani sebagai periode persiapan rohani untuk menyambut kelahiran Yesus.
Tradisi Advent memiliki sejarah yang panjang, diperkirakan sudah dimulai sejak abad kelima. Pada masa awalnya, Advent diperingati dengan praktik berpuasa, terutama di wilayah Prancis.
Seiring perkembangan waktu, gereja-gereja kemudian menekankan Advent sebagai masa harapan dan penantian akan kedatangan Kristus.
Hari Berpelukan
Dilansir Liputan6.com dari National Today, Tanggal 3 Desember juga diperingati sebagai Hari Berpelukan, sebuah momen sederhana yang mengajak masyarakat berbagi kehangatan dan energi positif melalui pelukan.
Secara ilmiah, pelukan dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam menurunkan stres, menstabilkan tekanan darah, dan meningkatkan perasaan bahagia.
Walau asal-usul peringatannya tidak sepenuhnya jelas, semangat di balik hari ini adalah mendorong lebih banyak orang untuk mengekspresikan kasih sayang secara wajar dan penuh persetujuan.