Semangat Kartini dari Pesisir Rembang, Kembangkan Usaha Rengginang Hasil Olahan Laut hingga Katering

Peringatan Hari Kartini, Eko Purwanti, seorang ibu yang mengembangkan usaha rengginang hasil olahan laut serta katering di pesisir Rembang, Jawa Tengah.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 21 April 2026, 19:40 WIB
Peringatan Hari Kartini, Eko Purwanti, seorang ibu yang mengembangkan usaha rengginang hasil olahan laut serta katering di pesisir Rembang, Jawa Tengah. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Kartini tidak lagi dimaknai sebatas simbol emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai refleksi atas ketangguhan, keberanian berpikir terbuka, dan semangat pantang menyerah di tengah keterbatasan.

Nilai-nilai tersebut hari ini hidup dalam langkah perempuan-perempuan yang terus berusaha, termasuk mereka yang berada di wilayah pesisir.

Salah satu kisah itu datang dari nasabah PNM Cabang Pati, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Eko Purwanti yang mengembangkan usaha rengginang hasil olahan laut serta katering.

Dari usaha sederhana, ia tidak hanya berupaya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dalam kesehariannya, Purwanti turut aktif dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian gizi, sekaligus memberdayakan ibu-ibu di wilayah pesisir Rembang untuk bersama-sama memproduksi rengginang olahan laut.

"Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan, pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut dan mau maju bersama," ujar Purwanti, Selasa (21/4/2026).

Semangat yang ditunjukkan Purwanti mencerminkan nilai Kartini masa kini. Dalam keterbatasan, ia tetap melangkah dan membuka ruang bagi perempuan lain untuk tumbuh bersama.

 

Dorong Pertumbuhan Bersama

Bagi banyak orang di sekitarnya, Purwanti bukan hanya pengusaha, tetapi juga penggerak yang menghadirkan perubahan nyata di lingkungannya. Terutama melalui pendekatan klasterisasi usaha hasil olahan laut yang menguatkan kebersamaan dan mendorong pertumbuhan bersama.

Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis tiga modal, yakni intelektual melalui pelatihan usaha, finansial melalui akses pembiayaan, serta sosial melalui penguatan kelompok, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mendampingi perempuan agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Hingga saat ini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary menyampaikan, upaya pemberdayaan di wilayah pesisir menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas.

"Kami hadir mendampingi ibu-ibu di pesisir untuk tumbuh dan berdaya. Melalui hasil olahan laut, mereka tidak hanya berdaya secara ekonomi, namun juga memberdayakan sesama dan tumbuh bersama," ucap Dodot.

"Kisah Eko Purwanti menjadi gambaran bahwa semangat Kartini tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus hidup dalam langkah perempuan yang berani mencoba, berbagi, dan menguatkan satu sama lain. Di setiap proses itu, pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting agar setiap upaya kecil dapat berkembang menjadi dampak yang lebih besar," tutup dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya