Liputan6.com, Jakarta Kekalahan 0-1 dari Everton kembali memunculkan tekanan besar bagi Manchester United. Meski lawan bermain dengan sepuluh pemain sejak awal pertandingan, tim asuhan Ruben Amorim gagal memanfaatkan situasi tersebut. Kritik pun mengalir terhadap pendekatan taktis yang diterapkan.
Amorim kemudian mulai mengurai penyebab ketidakefektifan tim dalam menyerang. Ia menyoroti struktur skuad yang dianggap belum sesuai dengan kebutuhan sistem 3-4-2-1 miliknya. Salah satu yang menonjol adalah profil pemain di sektor sayap yang dinilai kurang lengkap.
Advertisement
Pernyataan itu muncul menjelang duel dengan Crystal Palace, saat United tengah melalui tren tanpa kemenangan. Situasi ini menambah urgensi untuk memperbaiki komposisi skuad agar sistem dapat berjalan optimal.
Amorim Tekankan Kebutuhan Wing Back Bertipe Amad Diallo
Ruben Amorim menyebut Manchester United membutuhkan tambahan pemain berkarakter menyerang di posisi wing back. Ia menjelaskan hal tersebut saat ditanya mengenai potensi perbaikan posisi itu pada 2026. Menurutnya, tim belum memiliki keseimbangan profil yang memadai.
Dalam penjelasan itu, Amorim mengingatkan kembali laga melawan Everton, ketika tim gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Ia menilai seharusnya tersedia pemain bertipe Amad Diallo di sisi berlawanan untuk membuka ruang dan menekan pertahanan lawan.
“Kami membutuhkan waktu untuk meningkatkan karakteristik tim. Saya sudah mengatakannya sejak tahun lalu,” ujar Amorim.
“Sebagai contoh, pada pertandingan terakhir melawan Everton, kami seharusnya memiliki seorang Amad berkaki kanan di sisi satunya untuk menghadapi lawan yang bermain dengan sepuluh pemain.”
Ia menegaskan proses penyesuaian tersebut tidak bisa instan karena sistem yang ia terapkan menuntut profil pemain yang sangat spesifik.
Evaluasi Kekalahan dan Kritik Terhadap Keputusan Taktis
Kekalahan dari Everton membuat Amorim disorot karena tetap mempertahankan formasi tiga bek meski unggul jumlah pemain. Pertahanan Everton yang dibentuk oleh David Moyes berhasil menutup ruang serangan United selama pertandingan. Situasi ini menunjukkan minimnya variasi serangan di sisi lapangan.
Pergantian Patrick Dorgu dengan Diogo Dalot sebelum menit ke-60 juga menimbulkan kritik. Dalot yang lebih defensif dinilai tidak memberikan dorongan serangan tambahan. Keputusan ini menjadi salah satu sorotan utama terhadap Amorim dalam evaluasi performa tim.