Sinar Mas Jual Rumah Seharga Rp 1,4 Miliar di Lahan Minimalis

Sinar Mas Land pun memandang positif permintaan rumah tapak di kuartal terakhir ini. Untuk itu mereka merilis klaster baru.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 30 November 2025, 21:00 WIB
Manfaatkan pasar properti nasional yang  tumbuh positif di kuartal II/2025, Sinar Mas Land luncurkan klaster IZZI di kawasan BSD City bagian barat, dengan harga Rp 1.4 miliaran.

Liputan6.com, Jakarta - Manfaatkan pasar properti nasional yang  tumbuh positif di kuartal II 2025, Sinar Mas Land meluncurkan rumah tapak dalam klaster IZZI di kawasan BSD City bagian barat. Tak tanggung-tanggung, rumah ini dilego dengan harga mulai dari Rp 1,4 miliar.

Vice President of Residential BSD Sinar Mas Land, Kelvin Bryant Suhendra menuturkan, saat ini segmen hunian dengan kisaran harga Rp 1 miliar hingga Rp 2,5 miliar paling diminati oleh konsumen.

"Khususnya bagi kalangan muda, Gen Z dan keluarga baru. Makanya kami mulai dari harga Rp 1,4 miliar hingga Rp 1,9 miliar untuk tipe tertingginya,"ujar Kelvin Bryant Suhendra, dikutip Minggu (30/11/2025).

Mengusung konsep “Easy and Smart Living”, klaster IZZI dirancang untuk mendukung gaya hidup masyarakat urban. Eksteriornya juga simpel minimalis seperti hunian di Jepang, yang memanfaatkan luas tanah di bawah 100 meter persegi, dengan konsep rumah 2 tingkat.

Dengan desain kekinian untuk keluarga muda itu juga, Kelvin mengaku optimis,  klaster terbarunya itu bisa terjual habis dalam waktu 1 bulan. Sebab, pada peluncuran tahap pertamanya saja sebanyak 100 unit sudah terjual 95 persennya.

"Dari 95 persen itu, 80 persennya end user, keluarga muda. Mereka membeli memang untuk ditinggali, kami pun menargetkan dalam 24 bulan sudah serah terima,"katanya.

Bukan hanya sampai di sana, jelang akhir tahun pun, Sinar Mas Land akan meluncurkan produk properti lainnya, untuk menambah variasi pilihan pasar. Hal ini untuk memanfaatkan lonjakan permintaan properti yang naik di kuartal kedua. 

 

BSDE Kantongi Prapenjualan Rp 7,1 Triliun hingga September 2025

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (Foto: Laman Bumi Serpong Damai)

Sebelumnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) selaku bagian dari kelompok usaha Sinar Mas Land, mencatatkan kinerja prapenjualan sebesar Rp 7,10 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Angka tersebut setara dengan 71 persen dari target tahunan sebesar Rp 10 triliun.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyampaikan, pencapaian hingga kuartal III 2025 tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,84 triliun. 

"Hal ini mencerminkan adanya permintaan yang tetap terjaga di pasar properti," ujar Hermawan dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Selasa (28/10/2025).

Adapun segmen residensial dan komersial masih menjadi kontributor terbesar terhadap total prapenjualan Bumi Serpong Damai. 

Segmen residensial membukukan prapenjualan sebesar Rp 3,14 triliun atau 44 persen dari total prapenjualan. Pencapaian ini ditopang oleh proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna dan Terravia di BSD City, serta Kaia Yara, Klasika Vicente dan proyek baru Altara di Grand Wisata Bekasi dan Richmond dan Averon di Kota Wisata Cibubur.

Sementara segmen komersial mencatatkan prapenjualan sebesar Rp 3,33 triliun atau 47 persen dari total prapenjualan. Mencakup penjualan ruko senilai Rp 1,88 triliun, kavling komersial Rp 1,08 triliun dan unit apartemen Rp 372 miliar.

 

Faktor Pendorong

Kinerja ruko didukung oleh peluncuran beberapa proyek baru seperti Nava Park Business Suites, Xlane Community Complex, The Exquis Lifestyle Park BSD dan Asterra Business Park. 

Untuk segmen apartemen, penjualan didorong oleh The Elements, Southgate dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City.

Berdasarkan lokasi proyek, BSD City tetap menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sekitar 64 persen terhadap total prapenjualan hingga September 2025. Termasuk Nava Park (12 persen) dan Hiera (5 persen).

Di sisi lain, proyek di Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur dan Grand City Balikpapan masing-masing menyumbang 10 persen, 4 persen, dan 4 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya