Siements Perkenalkan EP House of Vultures, Hadirkan Warna Rock Alternatif Baru

EP kedua Siements menampilkan eksplorasi musik terbaru dari lima personel muda.

oleh Aisyah Ichsani MaulidaDiterbitkan 29 November 2025, 09:00 WIB
Siements mengadakan konferensi pers untuk memperkenalkan EP terbarunya yang berjudul House of Vultures di Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Liputan6.com/Aisyah Ichsani Maulida)

Liputan6.com, Jakarta - Siements secara resmi meluncurkan EP kedua mereka yang berjudul House of Vultures, Jumat (28/11). Perilisan ini merupakan kelanjutan dari perjalanan band setelah karya pertama mereka, Parabellum (2024) yang mendapat tanggapan positif dari penggemar rock lokal.

Dengan lima lagu baru, Siements memperlihatkan eksplorasi musikal yang lebih dewasa serta pendekatan tema yang lebih berani.

Siements terdiri dari Danes (vokal/guitar), Fahmi (drum), Azriel (bass), Dafa (lead guitar), dan Syafiq (rhythm guitar). Kelima anggota band ini membangun identitas mereka secara bersama-sama, dari cara mereka berkarya hingga jenis musik yang mereka pilih.

Kombinasi lebih dari tiga gitar yang mereka miliki menjadi salah satu ciri khas Siements dari banyak grup rock muda lainnya.

EP ini terdiri dari lima lagu yaitu “98,” “Mass Murder,” “Women in The Fields,” “Sparks of Sorrow,” dan “House of Vultures.” Kelima lagu tersebut menghadirkan kombinasi rock alternatif bernuansa vintage dan diproduksi dengan cara yang modern.

Band ini menjelaskan bahwa lagu-lagu baru mereka banyak menyentuh isu sosial, refleksi sejarah, dan juga kegelisahan generasi muda.

Peluncuran EP ini juga menandai dimulainya tahap baru bagi perjalanan Siements untuk menjangkau lebih banyak penggemar. Dengan dukungan dari Firefly Records dan Siements Management, band ini ingin meningkatkan performa di atas panggung dan memperkuat identitas mereka menuju rencana merilis album penuh yang ditargetkan pada tahun 2027.


Eksplorasi Tema dan Proses

Danes menjelaskan arti dari salah satu lagu mereka yang berjudul 98 di Qi Lounge, Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Liputan6.com/Aisyah Ichsani Maulida)

Salah satu lagu yang menarik perhatian adalah “98” yang mengangkat tema tentang kerusuhan tahun 1998. Meskipun seluruh anggota band lahir setelah kejadian itu, mereka percaya bahwa isu tersebut tetap penting untuk diangkat kembali.

“Ini topik besar buat negara kita. Banyak orang tua dan kerabat ngalamin langsung jadi kita merasa punya kewajiban untuk bersuara,” ujar Danes saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Judul House of Vultures memiliki arti simbolis yang menyatukan seluruh tema. Lirik-lirik pada EP ini menunjukkan sikap kritis namun tetap musikal, menghadirkan karakter band yang lebih dewasa dibanding dengan perilisan sebelumnya.

Lanjut Baca:

“House itu ruangnya, sementara vultures jadi gambaran untuk fenomena sosial yang kami kritisi,” ujar Azriel.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya