Liputan6.com, Jakarta Real Madrid resmi mengundurkan diri dari perburuan Ibrahima Konate. Kepastian ini disampaikan langsung kepada Liverpool dan dilaporkan oleh jurnalis ternama The Athletic, David Ornstein.
Keputusan tersebut menjadi kabar penting dalam saga masa depan sang bek, yang kontraknya di Anfield akan berakhir pada penghujung musim ini.
Advertisement
Selama berbulan-bulan, nama Konate memang santer dikaitkan dengan Madrid. Bek asal Prancis itu disebut menjadi salah satu kandidat utama untuk memperkuat lini belakang Los Blancos musim depan.
Namun, setelah melalui proses evaluasi internal, raksasa La Liga tersebut memutuskan untuk mengakhiri ketertarikan mereka. Langkah ini jelas melegakan Liverpool, yang sejak lama berusaha memperpanjang masa tinggal Konate tetapi kesulitan menemukan titik temu.
Kontrak Konate Belum Beres, Sinyal Bahaya untuk Liverpool
Situasi Konate di Liverpool sebenarnya cukup sensitif. Mulai 1 Januari, pemain berusia 26 tahun itu berhak menjalin komunikasi resmi dengan klub-klub luar Inggris untuk meneken pra-kontrak.
Liverpool sudah menyiapkan proposal perpanjangan, namun negosiasi berjalan alot. Ketidaksepahaman terkait durasi dan nilai kontrak membuat pembicaraan berkali-kali menemui jalan buntu.
Sinyal kepergian Konate pun sempat menguat. Banyak yang meyakini sang bek tinggal menunggu waktu untuk mengikuti jejak Trent Alexander-Arnold yang memilih meninggalkan Anfield dan bergabung dengan Madrid pada musim panas lalu.
Namun kini, dengan Madrid memilih mundur, arah masa depan Konate kembali berubah. Keputusan tersebut dapat menjadi momentum bagi Liverpool untuk menekan pedal gas dan meraih kesepakatan sebelum terlambat.
Real Madrid Mundur, Tapi Peminat Konate Masih Banyak
Meski Real Madrid bukan lagi destinasi yang mungkin, bukan berarti Konate kehabisan opsi. Dengan statusnya sebagai pemain yang bisa didapat secara gratis pada akhir musim, sejumlah klub elite Eropa diperkirakan siap mengajukan proposal.
Profil Konate sebagai bek bertalenta, bertubuh kokoh, dan berpengalaman di kompetisi top membuatnya tetap menjadi komoditas panas di bursa transfer.
Situasi ini menempatkan Liverpool pada posisi yang cukup tricky. Di satu sisi, absennya Madrid mengurangi risiko kehilangan salah satu pilar utama pertahanan mereka.
Namun di sisi lain, kompetisi dari klub-klub lain bisa menciptakan dinamika baru dalam negosiasi, terutama terkait nilai kontrak dan keseriusan The Reds mempertahankan pemain yang sangat mereka andalkan tersebut.