Banjir di Thailand Selatan: Kamar Jenazah di Wilayah Terdampak Melebihi Kapasitas

Korban tewas akibat banjir yang melanda Thailand selatan melonjak dalam waktu kurang lebih satu hari.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 28 November 2025, 14:43 WIB
Seorang warga melihat banjir dari rumahnya di distrik Ran-ngea di provinsi Narathiwat, Thailand selatan (26/2/2022). Hujan yang disebabkan oleh angin timur laut di atas Teluk Thailand terus berlanjut selama tiga hari berturut-turut di provinsi perbatasan selatan ini. (AFP/Madaree Tohlala)

Liputan6.com, Bangkok - Fasilitas utama yang menangani jenazah korban banjir di Thailand selatan sudah penuh. Karena itu, pihak berwenang mengerahkan tiga truk berpendingin tambahan, kata seorang staf rumah sakit pada Jumat (28/11/2025).

"Ruang jenazah sudah melebihi kapasitas, jadi kami membutuhkan lebih banyak," ujar Charn, petugas ruang jenazah di Rumah Sakit Songkhla yang hanya menyebutkan nama depannya, kepada AFP.

Pernyataan ini disampaikan setelah jumlah korban tewas meningkat menjadi 55 orang.

Rekaman yang diambil oleh seorang jurnalis AFP memperlihatkan truk-truk pendingin berwarna putih terparkir di luar gedung utama rumah sakit.

Banjir besar telah melanda Thailand selatan sepanjang pekan ini, terutama di Hat Yai, dekat perbatasan Malaysia. 

Dalam pernyataan resmi pada Kamis (27/11) malam, pemerintah Thailand mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir selama beberapa hari di Provinsi Songkhla melonjak menjadi 55 orang, naik drastis dari enam orang pada hari sebelumnya.

Pemerintah juga menyampaikan pada Jumat bahwa kepala Distrik Hat Yai telah diskors karena diduga gagal merespons banjir tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya