Klaim Pelatih Atletico Madrid: Inter Milan Tim Terkuat di Liga Champions!

Diego Simeone tetap menilai Inter sebagai tim terkuat di Liga Champions meski Atletico Madrid menang dramatis 2-1 di laga terbaru.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 28 November 2025, 10:20 WIB
Reaksi para pemain Inter Milan menggambarkan beratnya kekalahan mereka pada pertandingan Liga Champions di markas Atletico Madrid. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta Atletico Madrid meraih kemenangan dramatis saat menundukkan Inter dengan skor 2-1 di Madrid.

Hasil ini tidak hanya memberikan kekalahan pertama bagi Inter di Liga Champions musim ini, tetapi juga mengubah peta persaingan di papan atas fase grup. Dengan hasil itu, Arsenal kini menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan.

Namun, kemenangan tersebut tidak mengubah pandangan Diego Simeone soal kualitas lawan. Pelatih asal Argentina itu tetap memosisikan Inter sebagai tim paling kuat saat ini. Pernyataan tersebut menambah nuansa menarik dari persaingan antar klub besar Eropa.

Wawancara setelah pertandingan memperlihatkan bagaimana Simeone menilai performa timnya, strategi yang dijalankan, dan perubahan sikapnya dibandingkan komentar bulan lalu.


Inter Tetap yang Terkuat di Mata Simeone

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, bersama rekannya Marcus Thuram bereaksi setelah gol kedua Udinese dicetak Arthur Atta dalam laga Serie A di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu, 31 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Simeone menegaskan bahwa Inter tetap menjadi tim yang paling sulit ditaklukkan di Liga Champions. Meski Atletico memberikan kekalahan pertama bagi Nerazzurri, ia melihat kualitas lawan berada di atas tim-tim elite lainnya. Ia menyebutkan keyakinannya tanpa ragu.

“Tidak diragukan lagi. Inter adalah tim terkuat di Liga Champions saat ini,” ujar Simeone.“Karena itu kami memainkan babak pertama untuk menghambat permainan mereka.”

Menurutnya, pendekatan hati-hati di awal laga menjadi bagian penting dari strategi untuk mengimbangi intensitas Inter. Ia menekankan bahwa timnya baru bisa menampilkan permainan penuh pada babak kedua.


Strategi Berlapis dan Peran Para Pemain

Pemain Atletico Madrid, Jose Gimenez dan Marc Pubill melompat berebut bola dengan para pemain Inter Milan pada laga Liga Champions di Madrid. (AP Photo/Manu Fernandez)

Simeone menjelaskan bahwa Atletico memerlukan dua fase berbeda untuk menghadapi kualitas Inter. Babak pertama dijalani dengan tujuan meredam ancaman, sementara babak kedua dipakai untuk menekan balik dengan komposisi pemain yang lebih segar.

Ia memuji kontribusi Antoine Griezmann, Alexander Sorloth, dan Nico Gonzalez yang tampil menentukan setelah masuk sebagai pemain pengganti atau mengambil peran lebih besar dalam fase akhir laga. Ketiganya berperan dalam proses gol penentu kemenangan Atletico.

“Kami tahu di babak kedua kami bisa mengekspresikan seluruh kemampuan kami, dengan pemain kelas atas seperti Griezmann, Sorloth, dan Nico Gonzalez yang masuk dengan sangat baik,” kata Simeone.

Pendekatan itu menghasilkan gol pada momen terakhir, memastikan kemenangan yang mencerminkan kedisiplinan serta ketepatan strategi.


Perubahan Sikap dari Pernyataan Bulan Lalu

Pernyataan terbaru Simeone menandai perubahan pandangan dibandingkan komentar sebulan sebelumnya. Saat itu, setelah kalah 4-0 di Emirates Stadium, ia menyebut Arsenal sebagai tim terbaik yang dihadapi Atletico musim ini.

Ketika ditanya kembali mengenai penilaiannya waktu itu, ia tetap mengakui kualitas Arsenal. Namun, dalam konteks persaingan Liga Champions saat ini, Simeone memilih Inter sebagai tantangan terbesar bagi siapa pun.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Amazon Prime, ia mengatakan, “Ya, saya akan mengatakan mereka [Arsenal] adalah tim terbaik yang kami hadapi musim ini.”

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya