Harga Kripto Hari Ini 28 November 2025: Bitcoin dan Ethereum Lanjutkan Penguatan

Simak daftar harga kripto Bitcoin cs hari ini Jumat 28 November 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 28 November 2025, 08:00 WIB
Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada Jumat (28/11/2025) pukul 7:15 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih menguat. Bitcoin naik 1,14 persen dalam 24 jam dan 4,72 persen sepekan. 

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 91.201 per koin atau setara Rp 1,51 miliar (asumsi kurs Rp 16.636 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut menguat. ETH naik tipis 0,01 persen sehari terakhir dan 5,01 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 50,1 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga menguat. Dalam 24 jam terakhir naik 0,64 persen dan 2,48 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 14,9  juta per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona merah. ADA turun 0,41 persen dalam sehari dan 1,37 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 7.187 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali melemah. SOL turun 1,15 persen dalam sehari, tetapi masih menguat 4,37 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,34 juta per koin. 

XRP kembali berada di zona merah. XRP turun tipis 0,92 persen dalam sehari terakhir, tetapi masih menguat 8,43 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 36.569 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) turut melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE terkoreksi 1,08 persen, tetapi masih menguat 1,29 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.538 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya sama-sama melemah masing-masing 0,02 dan 0,01 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,11 triliun atau setara Rp 51.741 triliun, menguat sekitar 0,52 persen dalam sehari terakhir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

 

Harga Bitcoin Kembali Sentuh USD 91 Ribu, Ini Pemicunya

Ilustrasi kripto. (Foto by AI)

Harga bitcoin (BTC-USD) menguat di atas USD 90.000 pada Rabu, 26 November 2025. Akan tetapi, sejumlah ahli memperingatkan harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu belum tentu merupakan tanda pemulihan berbentuk V yang signifikan meskipun ada sentimen risiko di pasar saham.

Mengutip data Coinmarketcap.com, harga bitcoin masih menguat dalam 24 jam terakhir dan di atas USD 90.000. Harga bitcoin naik 3,99% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin turun 0,46%. Saat ini, harga bitcoin (BTC) berada di posisi USD 91.388,98 atau Rp 1,52 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.645).

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan dalam empat hari berturut-turut di tengah meningkatnya taruhan investor terhadap penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pada Desember 2025.

Sementara itu, bitcoin terus meningkat setelah mencapai USD 81.000 pada Jumat lalu, level terendah sejak April.

"Bitcoin dan Nasdaq biasanya sangat berkorelasi, tetapi korelasi tersebut telah melemah dalam beberapa minggu terakhir dengan penurunan harga bitcoin yang jauh lebih tajam” ujar Ekonom Apollo Management, Torsten Slok.

Bitcoin turun sekitar 28% dari level tertinggi sepanjang masa di atas USD 126.000 pada Oktober meski terjadi peningkatan baru-baru ini.

"Meskipun kuartal keempat sering kali menjadi kuartal terkuat untuk bitcoin, sejarah menunjukkan kenaikan tersebut jarang terjadi tanpa katalis,” ujar ahli strategi di 10XResearch yang berbasis di Singapura.

Pasar memprediksi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Desember, tetapi pesan ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell dalam konferensi pers setelah keputusan the Fed mungkin menjadi hal penting bagi harga kripto.

“Bitcoin, khususnya sangat bergantung pada jalur komunikasi Fed alih-alih pada tindakan mekanisme pemotongan suku bunga,” kata 10XResearch.

 

 

Bitcoin Bakal Konsolidasi

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

“Akibatnya, kami tidak memandang pemotongan suku bunga pada Desember, jika terjadi, sebagai sesuatu yang bullish untuk bitcoin. Jika the Fed tidak melakukan pemotongan, risiko aksi jual pasar yang lebih tajam kemungkinan akan meningkat,” demikian seperti dikutip

.Perusahaan tersebut menepis ekspektasi peningkatan belanja Rekening Umum Perbendaharaan (Treasury General Account/TGA), yang serupa dengan rekening giro pemerintah, akan mendorong pasar. Hal ini belanja tersebut sekarang akan dilakukan setelah berakhirnya penutupan pemerintah AS.

Ketika TGA terakhir kali merilis sekitar USD 522 miliar, Bitcoin awalnya turun sekitar USD 14.000, atau 15%, dan baru mencapai titik terendah setelah pengeluaran lebih lanjut dilakukan, dengan jeda lebih dari dua bulan antara Februari dan April 2025, menurut 10X Research.

"Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa hubungan TGA–Bitcoin tertunda atau lebih bersifat teoretis daripada kausal," menurut catatan tersebut, menambahkan bahwa TGA tetap tinggi. Jika jeda dua bulan serupa berlaku kali ini, dengan asumsi hubungan tersebut tetap ada, Bitcoin dapat terus berkonsolidasi hingga akhir Januari 2026 sebelum dampak yang didorong oleh likuiditas terlihat," kata catatan tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya