Kesaksian Bocah Kecil Bongkar Misteri Hilangnya Alvaro Selama 8 Bulan

Selama hampair 8 bulan, tim gabungan polisi menyisir berbagai wilayah dari Batam, Sukabumi, Bandung, Cianjur, sampai lingkungan kerabat yang dicurigai. Namun tak satu pun jejak mengarah pada keberadaan Alvaro maupun pelakunya. Satu kepingan terungkap.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 28 November 2025, 00:06 WIB
Alvaro Kiano Nugroho harus kehilangan nyawa di tangan ayah tirinya. (Liputan6.com/Debby Alifah Maulida)

Liputan6.com, Jakarta - Alvaro Kiano Nugroho (6), hilang selama delapan bulan. Terungkap fakta, bocah itu tewas dibunuh oleh ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Munculnya nama Alex setelah kepolisian mendalami pengakuan bocah kepada temannya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menerangkan, polisi terus melakukan penyelidikan sejak menerima laporan pada 7 Maret.

Awalnya, polisi sama sekali tak menaruh rasa curiga kepada orang-orang dekat korban. Alex bahkan ikut melapor bersama keluarga serta berpura-pura panik dan ikut mencari Alvaro.

"Kita tidak punya pemikiran dan sebagainya, kecurigaan-kecurigaan yang kepada orang-orang dekat, karena pada saat penjemputan itu dia mengaku bahwa, "Anaknya, saya mau jemput anak saya." Sedangkan juga kakek daripada si AKN ini juga meminta bantuan AI, ayah tirinya, untuk mencari," ucap dia saat konferensi pers, Kamis (27/11/2025)

Selama berbulan-bulan, tim gabungan Polsek, Polres Jakarta Selatan, dan Polda Metro Jaya menyisir berbagai wilayah dari Batam, Sukabumi, Bandung, Cianjur, sampai lingkungan kerabat yang dicurigai. Namun tak satu pun jejak mengarah pada keberadaan Alvaro maupun pelakunya.

 

Kepingan yang Hilang Terungkap

Rumah milik Alex Islandar, ayah tiri yang juga pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. (Foto: Liputan6.com/Pramita Tristiawati).

Kebuntuan itu pecah ketika seorang keponakan Alex berinisial N bercerita kepada temannya, juga berinisial N. Kepada temannya itu, bocah tersebut mengaku Alvaro bukan hilang, melainkan dibawa oleh omnya dan dibunuh.

Dia bahkan mengaku dipesan untuk tidak membuka mulut kepada siapa pun.

"Bagaimana ini terungkap setelah 8 bulan ini, karena ada salah satu anak dari keponakan daripada AI menceritakan kepada temannya. Itu berinisial N, dia menceritakan kepada temannya juga berinisial N bahwa seperti ini, bahwa anak itu yang hilang sama omnya, diculik sama omnya dan dibunuh, dan dijanjikan bahwa jangan menceritakan kepada siapapun," ujar Nicolas.

Cerita itu tak berhenti di situ. Teman sang bocah pulang ke rumah dan menyampaikannya kepada sang ibu, berinisial MR. Informasi itu kemudian diteruskan kepada majikannya, hingga akhirnya bermuara ke Polsek Pesanggrahan.

"Nah, setelah temannya itu berinisial N, dia pulang ke rumah juga, dia menceritakan kepada ibunya. Ini semua sudah kita ambil keterangannya. Dan ibunya ini kebetulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu keluarga berinisial MR. Dia menceritakan ke istri daripada MR ini. Akhirnya istri dari MR majikan ini menceritakan kepada suaminya MR dan akhirnya MR itu memberikan informasi kepada Polsek Pesanggrahan," ucap dia.

Dari sinilah teka-teki mulai terpecahkan. Polsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polda Metro Jaya maraton melakukan penyelidikan.

Akhirnya terungkap ayah tirinya sebagai pelaku penculikan sekaligus pembunuhan Alvaro.

Temuan Tulang Belulang Mengarah ke Alvaro

Polisi masih mencari bagian tubuh Alvaro Kiano Nugroho, dengan melakukan olah TKP dan penyisiran di Kawasan Tenjo, Bogor, Rabu (26/11/2025). (Foto: Istimewa).

 

Penyidik kemudian menggabungkan keterangan saksi, jejak komunikasi, serta prarekonstruksi mulai dari membekap Alvaro dengan handuk, menindih tubuh korban, hingga memasukkan jasad ke kantong plastik.

"Dan kami juga sudah melakukan prarekonstruksi bagaimana AI itu melakukan perbuatannya, pembunuhannya, penyekapannya pada saat dia sekap dengan handuknya itu, terus dia cekik dan dia tindih, itu sudah dipraktikkan. Pada saat masih dalam proses prarekonstruksi, proses penyelidikan pada saat itu," ucap dia.

Dari pemeriksaan lebih dari 20 saksi, rangkaian peristiwa semakin terang-benderang. Polisi kemudian menyisir kembali lokasi pembuangan yang pernah didatangi dua kali sebelumnya.

Kali ini, dengan bantuan anjing pelacak dari Mabes Polri, petugas menemukan sejumlah bagian tulang yang diduga kuat milik Alvaro. 

Tulang-tulang itu langsung dikirim ke Puslabfor untuk pemeriksaan DNA. Berbekal seluruh temuan tersebut, polisi kemudian menetapkan Alex Iskandar sebagai tersangka.

"Upaya-upaya itu kita lakukan sesuai dengan keterangan-keterangan daripada tersangka sendiri dan juga para saksi, dan pada akhirnya kita melakukan upaya pencarian di TKP yang sudah dua kali kita cari, kita menemukan memang ada barang bukti yang memperkuat keterangan-keterangan yang disampaikan oleh para saksi dan juga tersangka bahwa di situlah tempat kejadian di mana korban AKN itu dibuang," ucap dia.

Infografis Jalan Panjang Alvaro Hilang hingga Ditemukan Meninggal Dunia. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya