Kisruh Bandara ‘Tanpa Negara’ yang jadi Polemik

Kunjungan Sjafrie memicu kembali perhatian terhadap transparansi dan tata kelola Bandara IMIP, sekaligus menegaskan perlunya pengawasan lebih jelas terkait operasional fasilitas transportasi strategis milik swasta di kawasan industri tersebut.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 28 November 2025, 06:00 WIB
Bandara IMIP yang disorot Menhan (Foto: Arthur Gideon/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Kegusaran Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke Morowali, Sulawesi Tengah, membuka tabir soal keberadaan Bandara Khusus milik Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yang kemudian menjadi perhatian publik.

Salah satu yang disorot bandara di Indonesia yang tidak memiliki perangkat negara. Hal ini lantas menuai beragam reaksi. 

Pihak manajemen PT IMIP langsung memberikan penjelasan terkait status dan pengelolaan bandara khusus itu.

Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, menegaskan bahwa Bandara Khusus IMIP telah terdaftar secara resmi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ia menyebut pengelolaan bandara dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Bandara Khusus IMIP terdaftar di Kemenhub yang pengelolaannya diatur sesuai UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan," ujar Dedy dalam keterangan tertulisnya, Rabu 26 November 2025.

Dedy juga menyarankan agar keabsahan Bandara Khusus IMIP dikonfirmasi langsung ke Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. Menurutnya, otoritas bandara tersebut memiliki tugas dan kewenangan dalam menjalankan serta mengawasi operasional bandara yang berada di IMIP.

"Teman-teman juga bisa mengecek status Bandara IMIP melalui laman resmi Kemenhub," ucapnya.

Hal ini pun diamini oleh Kementerian Perhubungan, yang juga menegaskan Bandara IMIP resmi yang terdaftar di pemerintah.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyampaikan bahwa pemerintah telah menurunkan personel ke lokasi untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai ketentuan.

"Kemarin kami sudah menempatkan beberapa personel di sana. Dari bea cukai, dari kepolisian, dari Kementerian Perhubungan sendiri, termasuk Ditjen Otoritas Bandara ke sana. Jadi kami sudah turun ke sana,” ujar Suntana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan kembali bahwa bandara tersebut sudah terdaftar secara resmi.

"Terdaftar, itu (Bandara IMIP) terdaftar. Enggak mungkin bandara itu tidak terdaftar,” ujarnya menepis keraguan yang berkembang.

TNI AU Bantah Aktivitas Pesawat Asing

Bandara IMIP yang disorot Menhan (Dok: laman imip.co.id)

Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Muda Palito Sitorus mengatakan, pihaknya sudah memantau aktivitas penerbangan di Bandara swasta milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Morowali, Sulawesi Tengah.

Diketahui Bandara IMIP menjadi ramai pasca mendapat sorotan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

"Jadi kami juga memantau bahwa pergerakan-pergerakan pesawat di sana memang belum ada yang dari luar negeri ya. Jadi memang dari internal saja," kata Palito di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).

Meski demikian, TNI AU akan memperkuat pengawasan di Bandara IMIP, dan dipastikan akan menindak tegas jika ada perbuatan yang melanggar hukum.

"Tentu Angkatan Udara itu akan melakukan tindakan. Tapi selama ini di sana itu belum ada pergerakan-pergerakan dari pesawat asing," ungkap Palito seperti dilansir dari Antara.

Bahkan, menurut Palito bukan hanya pasukan, rencananya akan ada pos jaga di Bandara IMIP, hal ini untuk mencegah aktivitas ilegal di sana.

"Kita sudah menempatkan pasukan kita ya Pasgat ya di sana dan ke depan mungkin nanti kita akan membuat pos ya di sana untuk menjaga, sehingga areal di Morowali itu bisa termonitor lah ya ke depannya," jelas Palito.

Menkeu Purbaya Siap Kirim Anak Buah

Bandara di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi menjadi sorotan karena beroperasi tanpa pihak bea cukai dan imigrasi. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa siap mengirim orang jika dibutuhkan di Bandara IMIP Morowali tersebut.

Purbaya mengamini, bandara di kawasan IMIP itu telah beroperasi sejak lama. Dia juga bakal menilik lebih dahulu kebutuhan petugas Bea Cukai di bandara tersebut. Lantaran, ada izin khusus yang berlaku bagi bandara IMIP itu.

"Kelihatannya seperti itu (tanpa Bea Cukai), nanti kita lihat seperti apa ke depannya. Seharusnya ada apa enggak. Kalau enggak salah mereka dapat izin khusus dulu waktu itu," ungkap Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Kamis (27/11/2025).

Dia mengatakan siap mengirim orang bea cukai jika memang dibutuhkan untuk beroperasi di bandara tersebut. Dia turut menyebut, pihak imigrasi juga bersedia mengirimkan petugasnya.

"Kalau mau di kasih ya kita siap orangnya. Orang bea cukainya banyak kok. Imigrasi juga katanya ditelepon mau ngasih. Jadi pada dasarnya seperti itu. Kita siap. Begitu ditugaskan kita kirim orang ke sana," paparnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya