Gempa Hari Ini, BMKG Beberkan Pemicu Rentetan Gempa Aceh hingga Medan

BMKG menyebut, mengacu hasil pemodelan, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 27 November 2025, 15:14 WIB
Gempa Aceh hari ini. (BMKG)

Liputan6.com, Jakarta Gempa bumi tektonik mengguncang Sinabang Simeulue, Provinsi Aceh, hari ini Kamis (27/11/2025). Gempa terjadi pukul 11.56.24 WIB dan berpusat di Sinabang, Simeulue.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lindu yang terjadi jenis dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Demikian dikutip dari Antara.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,61 derajat Lintang Utara (LU) dan 95,83 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak satu km arah selatan Simeulue, Aceh, pada kedalaman 14 km.

Gempa Dirasakan hingga Singkil dan Medan

Gempa bumi itu dirasakan di Simeulue dengan skala intensitas IV MMI, Aceh Selatan dengan skala intensitas III-IV MMI, kemudian Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, dan Singkil dengan skala intensitas III MMI.

Juga dirasakan di Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, dan Lhokseumawe, dengan skala intensitas II-III MMI. Selain itu getaran gempa di rasakan di Kota Medan, Silangit dengan skala intensitas II MMI .

Hingga pukul 13.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas enam gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M4,8.

Penjelasan Badan Geologi

Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut gempa di Aceh dipicu mekanisme sesar naik akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan data itu setelah mempelajari parameter sumber dan kondisi geologi wilayah terdampak.

"Hasil analisis kami menunjukkan gempa ini berasal dari sesar naik yang berkaitan langsung dengan proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Eurasia. Mekanisme ini lazim memicu gempa dangkal yang guncangannya kuat," ujar Lana Saria.

Struktur Tanah Perkuat Guncangan

Badan Geologi menilai kondisi litologi wilayah Simeulue dan pesisir barat Aceh turut memperburuk intensitas guncangan. Kawasan tersebut didominasi batuan Kuarter non-vulkanik, batuan Tersier, serta endapan permukaan yang telah lapuk.

"Material pelapukan dan tanah lunak di wilayah pantai berpotensi memperkuat getaran. Di sekitar pusat gempa, sebagian wilayah masuk kelas E (tanah lunak) dan D (tanah sedang)," ujar Lana.

Menurutnya, batuan muda atau yang sudah mengalami pelapukan memiliki kekerasan rendah sehingga memperbesar amplifikasi getaran. Kombinasi struktur batuan dan kedalaman gempa yang dangkal menyebabkan masyarakat merasakan guncangan hingga skala III–IV MMI di Aceh Selatan dan skala III MMI di Banda Aceh serta beberapa kabupaten lainnya.

Kerusakan Ringan Pada Bangunan

Hingga pukul 14.00 WIB, laporan dari masyarakat menunjukkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan dan korban luka akibat material runtuh. Wilayah ini sebelumnya telah dipetakan sebagai Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Tinggi (KRBG) oleh Badan Geologi.

Lana meminta masyarakat tetap tenang, mewaspadai gempa susulan, dan hanya mengakses informasi dari lembaga resmi. Ia juga mengimbau warga memeriksa kondisi bangunan masing-masing serta menjauhi tebing-tebing rawan longsor, terutama saat hujan.

“Berdasarkan analisis kami, kejadian ini tidak diperkirakan memicu bahaya ikutan seperti likuefaksi atau penurunan tanah. Namun kewaspadaan tetap diperlukan,” ujar Lana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya