Liputan6.com, Jakarta - Reza datang ke rumah Mirsa setelah mendengar kabar buruk itu. Saat ia tiba, Mirsa sudah berada dalam keadaan panik dan sangat terpukul karena Karina menculik Akira.
Reza mencoba menenangkan Mirsa yang hampir tak bisa bernapas tenang. Ibunya terus memintanya untuk beristirahat, tetapi Mirsa hanya menggeleng—bagaimana ia bisa tidur sementara ia bahkan tidak tahu di mana putranya berada? Ketakutan terbesar memenuhi benaknya: ia takut tak akan pernah bertemu Akira lagi.
Advertisement
Di tempat lain, Karina menghubungi orang suruhannya yang ditugaskan menjaga Akira. Ia memastikan bahwa anak itu baik-baik saja dan tidak boleh terluka sedikit pun. Saat sedang menelpon, Radit tiba-tiba muncul. Karina terkejut sampai-sampai ponselnya jatuh dari tangan.
Sementara itu, Sarah mengobrol dengan Felisha mengenai batalnya pernikahan Reza. Sarah mengaku tak sanggup bila harus menjadi satu keluarga dengan Pramana. Felisha mencoba memberi pandangan lain: setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Namun Sarah langsung menolak, menegaskan bahwa Pramana tidak akan pernah mendapat kesempatan itu darinya.
Reza Temani Mirsa di Taman
Di taman, Reza setia menemani Mirsa. Ia menggenggam tangan Mirsa dengan lembut, mencoba memberi kehangatan di tengah kepanikannya.
Dengan suara penuh ketulusan, Reza berkata bahwa ia berharap selalu ada jalan untuk mereka berdua. “Kalau aku harus menunggu lebih lama lagi demi memperjuangkanmu, Mirsa… aku akan melakukannya,” ujarnya tulus.