Twonda Rekam Lagu Baru Terima Kasih untuk Hari Guru Nasional, Lebih Matang Sekaligus Introspektif

Memperingati Hari Guru Nasional, band rok alternatif asal Bandung, Jawa Barat, Twonda merayakan lewat lagu baru, “Terima Kasih” dengan pesan menyentuh.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 27 November 2025, 08:30 WIB
Memperingati Hari Guru Nasional, band rok alternatif asal Bandung, Jawa Barat, Twonda merayakan lewat lagu baru, “Terima Kasih” dengan pesan menyentuh. (Foto: Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta November dikenal sebagai bulan untuk para guru. Mengingat, tiap 25 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Band rok alternatif asal Bandung, Twonda ikut merayakan dengan merekam lagu baru, “Terima Kasih.”

“Terima Kasih” dirilis sebagai penghargaan kepada semua yang pernah berperan sebagai guru dalam hidup seseorang. Baik para pengajar di sekolah, maupun figur lain yang hadir sebagai pembimbing, penuntun, atau pemberi makna.

Dipayungi BIG Records Asia, “Terima Kasih” menunjukkan sisi Twonda yang lebih matang, lembut, sekaligus introspektif. Lagu ini mengisahkan penyesalan yang kemudian berubah jadi penerimaan diri dan rasa syukur.

Secara musikal, Twonda menghadirkan ciri khas alt-rock dan Britpop modern dengan pendekatan lebih organik: gitar berlapis, vokal jujur, dinamika minimalis, dan atmosfer nostalgia, yang membuat “Terima Kasih” terasa personal.

 


Lagu Sekaligus Pengingat

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Rabu (26/11/2025), CEO BIG Records Asia, Isra Ruddin mengatakan, Hari Guru Nasional momen tepat untuk merayakan mereka yang telah memberi arah dalam hidup kita.

“‘Terima Kasih’ tak hanya lagu, tapi pengingat emosional bahwa apresiasi bahasa universal yang bisa menghubungkan siapa pun. Karya ini kami dukung penuh karena Twonda berhasil menerjemahkan rasa syukur ke dalam musik yang jujur dan menyentuh,” katanya.

 


Ruang Bagi Pendengar

“Kami ingin lagu ini menjadi ruang bagi pendengar untuk mengenang, menghargai, dan mengucapkan terima kasih kepada sosok-sosok penting di perjalanan mereka,” Isra Ruddin membeberkan.

Digital Promotion Director BIG Records Asia, Bolyn Colyn, menjelaskan, secara digital, lagu ini memiliki kekuatan untuk tumbuh secara organik karena emosinya sangat dekat dengan keseharian masyarakat.

 


Strategi Lintas Platform

Bolyn Colyn melihat potensi besar “Terima Kasih” yang jadi bagian dari gerakan apresiasi di medsos. Tema universal berpotensi membuat banyak orang terhubung dengan “Terima Kasih.” Karenanya, strategi untuk mengampanyekan lagu ini pun tak main-main.

“Kami menyiapkan strategi lintas platform yang memungkinkan pendengar menggunakan lagu ini sebagai latar berbagai momen haru, nostalgia sekolah, hingga cerita tentang guru yang mengubah hidup mereka,” Bolyn Colyn mengakhiri.

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya