LRT Jakarta Rute Velodrome–Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026

Selama ini keterisian LRT Jakarta baru berkisar 9 persen sejak dioperasikan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 26 November 2025, 15:05 WIB
Realisasi pengerjaan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai yang dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyatakan telah mencapai 67,122 persen. (DOk WSKT)

Liputan6.com, Jakarta LRT Jakarta menargetkan rute baru Velodrome–Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Direktur Utama (Dirut) PT LRT Jakarta Roberto Akyuwen menyampaikan, persiapan menuju pengoperasian rute lanjutan tersebut sudah berjalan sejak awal tahun.

Roberto menyebut, rute ini menjadi salah satu jalur strategis karena akan terhubung dengan Stasiun Manggarai, yang merupakan simpul besar perjalanan KRL dan kereta antarkota. Dia berujar bahwa persiapan dilakukan dari aspek yang paling substansial, terutama yang membutuhkan waktu pengerjaan panjang.

“LRT Jakarta sedang sudah memulai berbagai persiapan. Kita mulai dari mempersiapkan hal-hal yang paling substansial dan membutuhkan waktu penyiapan yang paling lama,” kata Roberto dalam acara Media Day di Stasiun Pengangsaan Dua LRT, Jakarta Utara, Rabu (26/11/2025).

Dia menyampaikan, salah satu aspek penting yang tengah disiapkan ialah sumber daya manusia (SDM) khususnya masinis yang akan mengemudikan rangkaian di rute baru tersebut. Menurut Roberto, pengoperasian jalur Manggarai tidak sekadar menambah rute, tetapi juga menuntut kesiapan teknis, operasional, dan keselamatan yang lebih tinggi.

Keterisian LRT Jakarta Hanya 9 Persen

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyampaikan, realisasi pengerjaan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. (Foto: istimewa)

Pembukaan rute Manggarai diperkirakan dapat meningkatkan jumlah penumpang LRT Jakarta secara signifikan. Selama ini keterisian LRT Jakarta masih berkisar 9 persen.

Roberto berharap kehadiran rute baru dapat memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan. Dengan meningkatnya volume penumpang dan pendapatan, LRT Jakarta menargetkan laba bersih tahun depan dapat tumbuh 67 persen dibanding tahun ini.

“Mudah-mudahan dengan peningkatan laba, kita bisa berkontribusi untuk menurunkan subsidi,” ujarnya.

Saat ini, LRT Jakarta masih menunggu tahapan akhir konstruksi dan penyesuaian teknis yang dibutuhkan untuk menjamin keselamatan serta kelancaran operasional sebelum rute Velodrome–Manggarai dibuka untuk publik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya