POLI Terbitkan Obligasi Incar Dana Rp 500 Miliar

PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) tengah mengincar dana Rp 500 miliar dari penerbitan obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 26 November 2025, 15:29 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) tengah mengincar dana Rp 500 miliar dari penerbitan obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025. Dana ini akan digunakan pembiayaan ulang kredit investasi hingga proyek pengurangan emisi karbon.

President Director POLI, Handojo K. Setyadi mengatakan instrumen obligasi inj sepenuhnya ditanggung tanpa syarat oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), lembaga trust fund yang berada di bawah naungan Asian Development Bank (ADB). Ini disebut jadi bagian strategi perusahaan memperkuat struktur pendanaan dan memperluas implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Obligasi ini kami terbitkan sebagai wujud komitmen Pollux dalam memperkuat pendanaan sekaligus memastikan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan,” ujar Handojo, mengutip keterangan resmi, Rabu (26/11/2025).

Handojo mengatakan masa penawaran awal berlangsung pada 25-27 November 2025. Obligasi ini telah memperoleh peringkat idAAA(cg) dari Pefindo. Selama masa bookbuilding, obligasi ditawarkan dalam dua tenor. Yakni, tenor 3 tahun dengan kupon 5,35%–5,85%, serta 5 tahun dengan kupon 5,75%–6,25%

"Penerbitan obligasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kinerja keberlanjutan perusahaan. Pollux menargetkan peningkatan investasi pada solar cell dan sistem pemulihan air (recovered water)," ucap Handojo.

Pada 2025-2029, Pollux merencanakan pemasangan panel surya dengan kapasitas total 40 kWp yang bisa mengurangi emisi karbon hingga 184.320 kgCO2e Pollux juga meningkatkan efisiensi energi melalui optimasi sistem pendingin dan menargetkan pengurangan kebocoran air hingga 100% pada 2029. “Ini bukan hanya soal efisiensi operasional, tapi juga bagaimana kami bisa berkontribusi terhadap lingkungan,” kata Handojo.

 

Penggunaan Dana

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Director of Social and Environmental Compliance POLI, Diana Jo, menjelaskan sebagian besar dana yang didapat dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk refinancing fasilitas kredit investasi. Kemudian sisanya dialokasikan untuk modal kerja, seperti biaya utilitas, maintenance, serta proyek pengurangan emisi karbon.

“Investasi solar cell dan peningkatan sistem recovered water adalah fokus kami dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Diana.

Informasi lengkap terkait penawaran umum obligasi akan tersedia dalam prospektus selama masa penawaran awal. Adapun, Pollux menunjuk PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Kemudian, BJB bertindak sebagai wali amanat, Irma & Solomon Law Firm sebagai konsultan hukum, KAP Kanaka Puradiredja Suhartono sebagai auditor, dan Notaris Elizabeth Karina Leonita sebagai notaris.

 

 

POLI Lunasi Kredit

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) mengumumkan telah melunasi lebih cepat fasilitas kredit perbankan senilai Rp 100 miliar yang sebelumnya diperoleh dari Bank Negara Indonesia (BNI).

Pembiayaan tersebut merupakan kredit yang dikucurkan sepanjang 2024 untuk mendukung pembangunan serta perluasan jaringan hotel yang dikelola Pollux Group.

Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk, Handojo Koentoro Setyadi, menuturkan bahwa percepatan pembayaran ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga struktur keuangan yang sehat serta keyakinan terhadap prospek industri perhotelan di Tanah Air.

“Pelunasan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi keuangan perusahaan serta mempercepat ekspansi bisnis hotel kami di berbagai kota besar,” ujar Handojo dalam keterangannya dikutip Senin (17/11/2025).

 

 

Buat Pengembangan Proyek

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan penetapan kondisi pasar yang fluktuatif signifikan berlaku selama enam bulan sejak tanggal dikeluarkan, yaitu 18 Maret 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kredit tersebut sebelumnya dimanfaatkan untuk mendanai pengembangan sejumlah proyek hotel Pollux yang berfokus pada peningkatan mutu layanan dan pengalaman tamu. 

Pollux Hotels Group merupakan perusahaan nasional dengan total aset lebih dari Rp10 triliun pada 2024, yang menunjukkan fundamental usaha yang kuat dalam menopang seluruh lini bisnisnya, termasuk sektor perhotelan.

Dengan terlaksananya pelunasan tersebut, Pollux Hotels Group semakin menegaskan posisinya sebagai pelaku industri perhotelan nasional yang solid dan konsisten mengejar pertumbuhan jangka panjang. "Pollux Hotels Group berkomitmen akan terus mengelola management dengan profesional,” tegas Handojo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya