Jerit Tangis Pilu Ibunda: Mimpi Tak Tercapai, Pesawat Alvaro Tak Pernah Lepas Landas

Kasih ibu sepanjang masa. Inilah yang dirasakan Arum, ibunda Alvaro kini tak lagi dapat memeluk putra kecilnya.

oleh Debby Alifah MaulidaDiterbitkan 26 November 2025, 11:30 WIB
Arum, ibunda Alvaro kini tak lagi dapat memeluk sang putra. (Liputan6.com/Debby Alifah Maulida)

Liputan6.com, Jakarta - Kasih ibu sepanjang masa. Inilah yang dirasakan oleh ibunda Alvaro, bocah kecil yang harus direnggut nyawa di tangan ayahnya sendiri.

Perempuan itu masih terdiam dengan tatapan kosong, memeluk erat kenangan bersama putranya yang ia harap bisa diulang kembali.

Arum, ibunda Alvaro tak pernah terbayang akan kehilangan malaikat kecilnya dalam waktu yang begitu singkat. Tak banyak waktu yang ia habiskan bersama putranya. Arum sendiri adalah tulang punggung keluarga. Dia berlapang dada mempertaruhkan nasibnya di negeri orang demi menghidupi keluarganya.

Dia rela terpisah jauh asal putra tercintanya masih bisa hidup dengan layak. Namun, kerinduan Arum berbalas kematian sang putra. Mendengar kabar Alvaro Kiano Nugroho yang sempat hilang dan ditemukan tak bernyawa, Arum menangis histeris.

"Ya, histeris ya pasti ya. Heboh sendiri gitu kayak, ah ini beneran kayak masih nggak nyangka gitu lah," tutur Arum ketika diwawancarai Liputan6.com pada Selasa malam 25 November 2025.

Perasaan Arum tak terbendung. Ditangan orang yang pernah ia percaya, Alvaro tewas mengenaskan. Jasadnya hanya tersisa tulang belulang dan duka dalam yang tak pernah padam.

"Ya, gimana sih? Pastikan kayak orang kesamber petir lah ya. Campur aduk, berantakan semua," ucap Arum dengan mata berkaca.

Tanpa pikir panjang, Arum yang saat itu tengah bekerja di luar negeri langsung terbang ke tanah air. Dengan hati penuh harap, ia mencari keberadaan Alvaro bersama pelaku. Selama ini, Arum tak pernah menaruh curiga pada mantan suaminya.

"Waktu itu di bulan Maret, itu kan kejadiannya bulan Maret, bulan April baru bisa pulang kesini. Ya udah, bulan April kesini. Itu cari. Terus nyari dan nyari sama pelaku ya. Dia selalu ngikut," cerita Arum.

 

Jika Bisa Pulang Lebih Cepat, Arum Ingin Mendekap Alvaro Dengan Erat

Alvaro Kiano Nugroho harus kehilangan nyawa di tangan ayah tirinya. (Liputan6.com/Debby Alifah Maulida)

Delapan bulan menanti bukan waktu yang pendek bagi Arum. Meski pada akhirnya, ia harus menerima kenyataan pahit putra bungsunya telah tiada.

Rasa bersalah masih menyelimuti Arum. Jika bisa pulang lebih cepat, ia ingin sekali memeluk dan menjaga Alvaro dengan erat. Penyesalan itu selalu mengikuti kemana pun ia pergi.

Setiap langkah kaki, setiap doa yang ia lantunkan, selalu terbayang wajah Alvaro dalam hatinya. Alvaro memang pergi, tapi suara tawanya selalu menggema di telinga Arum. Kasih sayang Arum sebagai seorang Ibu takkan pernah berhenti.

"Gak akan aku tinggalin sih, dijagain sih. Mungkin gak akan terjadi hal-hal yang begini. Ya andai aja bisa diulang kan," ucap Arum.

Dia selalu berharap dapat menaklukkan waktu untuk mengulang memori indahnya bersama Alvaro. Arum tak pernah mengira, kepulangannya ke tanah air akan menyisakan air mata. Belum sempat ia mendekap anaknya, belum sempat ia menggenggam tangan sang putra.

Kini, Arum hanya berharap dapat dipertemukan kembali dengan Alvaro, apa pun keadaanya. Meski tak sempat bercengkrama dengan anaknya untuk terakhir kali, ia hanya ingin Alvaro dapat dimakamkan dengan layak.

"Harapannya ya, semoga cepet selesai aja sih ya. Tes DNA-nya, hasil tes DNA-nya keluar. Kalau emang itu Alvaro, ya mau kita makamin dengan selayaknya," kata Arum.

 

Pesawat Alvaro yang Tak Sempat Lepas Landas

Alvaro Kiano Nugroho harus kehilangan nyawa di tangan ayah tirinya. (Liputan6.com/Debby Alifah Maulida)

Seperti teman sebayanya, kehidupan Alvaro kecil seharusnya dipenuhi dengan canda dan tawa. Nahas, kebahagiaannya harus dirampas. Mimpinya patah sebelum ia sempat mewujudkannya.

Bagi sang Ibu, Alvaro adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Senyum kecil Alvaro selalu mampu memberikan kehangatan untuknya. Kebahagiaan sesaat itu tak akan pernah luput dari ingatan Arum.

"Ya, anak yang baik, periang ya," kata Arum.

Alvaro punya mimpi besar. Dia bercita-cita menjadi seorang pilot. Alvaro selalu menggenggam erat seragam pilot kecil kebanggaannya. Berharap suatu saat mimpinya dapat menembus angkasa.

"Dia waktu ada foto-foto di sekolah itu, enggak mau dia pakai baju yang lain-lain selain pilot. Jadi dia pakai baju pilot sendiri," cerita Arum.

Sayangnya, mimpi itu kini terhenti di udara. Pesawat Alvaro tak sempat lepas landas. Sayap kecilnya remuk. Dia gagal melintasi cakrawala dunia. Kini, ia sudah terbang tinggi bersama mimpi-mimpinya.

Alvaro memang anak yang manis. Bukan hanya cita-citanya yang mulia. Di atas kasur kecilnya sebelum tidur, Alvaro sering menyanyikan lagu untuk ibundanya.

"Iya, suka nyanyi," ucap Arum.

 

Arum Sering Mendapat Tindak Kekerasan dari Pelaku

Foto Alvaro Kiano Nugroho. (Foto: Istimewa).

Arum menikah dengan ayah tiri Alvaro sejak Desember 2023. Namun, pernikahan itu harus kandas. Sekitar bulan Maret-April 2024, Arum berpisah dengan ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar.

"Dari 2024, di bulan Maret April lah ya (pisah), setelah dia ulang tahun kayaknya itu, di bulan April," ucapnya.

Dia mengungkapkan, pelaku kerap kali tak mampu menjaga kestabilan emosinya. Hal ini juga yang menjadi alasan Arum untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Alex.

"Pisah udah lama. Terus karena dia orangnya temperamen, dan dia tidak bisa menerima anak-anak, jadi saya memutuskan untuk pisah," ucap Arum.

Arum kerap kali mendapat perlakuan tak pantas dari Alex. Sejak masih menjalin hubungan sebagai pasangan suami istri, ia sering mendapatkan tindak kekerasan dari ayah tiri Alvaro tersebut.

Meski sering melihat tanda-tanda tindak kekerasan dari pelaku, ibu dari Alvaro itu tak pernah menyangka anak bungsunya turut menjadi korban hingga kehilangan nyawa.

"Sebenernya waktu itu kalau nggak ganti handphone, itu ada bukti-bukti foto saya dipukul, dan saksinya adik-adiknya dia ya. Coba siapa yang mau hidup sama orang kayak gitu. Nah nggak tau, ternyata dia bikin Alvaro kayak gini, malah yang kena imbasnya anak saya," ujar Arum.

Sebelumnya, Arum memang sempat mendapat intimidasi dari Alex. Alex yang enggan berpisah dengan Arum tak jarang memberikan ancaman untuk membunuh Alvaro jika Arum tak mau kembali dengannya.

"Emang dia pernah melontarkan, kalau lu nggak mau balik lagi sama gue, gue bakal culik anak itu, di tahun 2024, bulan Juni, Juli deh kalau nggak salah," ungkapnya.

Arum pun menjelaskan, selama ini pelaku hanya menggantungkan hidupnya pada Arum. Alex tak pernah memberi nafkah sepeser pun untuk Arum dan anak-anaknya. Hingga kini, belum ada permintaan maaf dari keluarga pelaku atas tindakan yang sudah merugikan korban dan menghilangkan nyawa Alvaro.

Infografis Jalan Panjang Alvaro Hilang hingga Ditemukan Meninggal Dunia. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya