Unggahan Lembaga Israel Ini Picu Keberatan dari Polandia

Apa isi unggahan lembaga Israel yang dimaksud? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 November 2025, 10:02 WIB
Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski di Kyiv, Ukraina, Jumat, (12/9/2025). (Dok. AP/Evgeniy Maloletka)

Liputan6.com, Warsawa - Menteri luar negeri Polandia mengatakan pada hari Senin (24/11/2025) bahwa ia memanggil duta besar Israel menyusul sebuah unggahan dari Yad Vashem, lembaga peringatan Holocaust di Israel.

Yad Vashem menulis di X pada hari Minggu (23/11), "Polandia adalah negara pertama tempat orang Yahudi dipaksa mengenakan tanda pengenal khusus untuk memisahkan mereka dari penduduk sekitar."

Melansir Associated Press, Menteri Luar Negeri Radek Sikorski meminta Yad Vashem untuk mengunggah ulang dan menuliskan bahwa Polandia saat itu sedang diduduki Jerman. Selama bertahun-tahun, para pejabat Polandia menolak penggunaan kata-kata yang bisa membuat orang salah paham seolah-olah kejahatan yang dilakukan Nazi Jerman adalah perbuatan Polandia.

Pemerintahan nasionalis konservatif Polandia sebelumnya bahkan hampir memberlakukan hukuman penjara bagi siapa pun yang menyiratkan bahwa bangsa Polandia terlibat dalam kejahatan Nazi.

Dalam unggahan yang diterbitkan pada hari Minggu itu, Yad Vashem juga menjelaskan bahwa pada 23 November 1939, "Hans Frank, gubernur Generalgouvernement, mengeluarkan perintah yang mewajibkan semua orang Yahudi berusia 10 tahun ke atas untuk mengenakan ban lengan dari kain putih selebar 10 cm dengan bintang Daud berwarna biru di lengan kanan."

Nazi Jerman menduduki Polandia pada September 1939, peristiwa yang menandai awal Perang Dunia II. Enam juta orang Yahudi dan kelompok lainnya kemudian dibunuh dalam Holocaust, banyak di antaranya di kamp-kamp kematian Nazi yang berada di wilayah Polandia yang diduduki.

Selain Sikorski, sejumlah tokoh Polandia lainnya juga mengkritik pilihan kata Yad Vashem, termasuk Perdana Menteri Donald Tusk.

Yad Vashem menanggapi kritik tersebut di media sosial, namun hanya menegaskan: "Sebagaimana dicatat oleh banyak pengguna dan disebutkan dengan jelas dalam artikel yang ditautkan, hal itu dilakukan atas perintah otoritas Jerman."

Pada hari Senin, Sikorski mengumumkan bahwa ia memanggil duta besar Israel karena unggahan yang menyesatkan itu belum diperbaiki.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya