Kelemahan Taktik Barcelona Bisa Jadi Senjata Chelsea

Frank Leboeuf menilai pertahanan tinggi Barcelona bisa jadi jebakan bagi mereka. Chelsea punya pemain cepat dan potensi untuk memanfaatkan kondisi itu di Liga Champions.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 25 November 2025, 21:58 WIB
Gelandang Chelsea asal Portugal #07, Pedro Neto, merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage di London pada tanggal 20 April 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Eks bek timnas Prancis Frank Leboeuf menilai Chelsea memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kelemahan Barcelona di Liga Champions. Ia menyoroti garis pertahanan Barca yang terlalu tinggi sebagai risiko serius dalam pertandingan besar.

Barcelona datang ke Stamford Bridge dengan tekanan untuk meraih kemenangan demi memperbaiki posisi di fase liga Liga Champions, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. Kedua tim berada dalam persaingan ketat untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Musim ini Barcelona tampil kurang stabil karena cara bertahan mereka membuat lawan lebih mudah menembus lini belakang. Kondisi ini memberi peluang bagi pemain-pemain Chelsea yang memiliki kecepatan dan transisi serangan kuat.

Leboeuf meyakini bahwa duel ini akan menjadi ujian strategi bagi kedua tim. Ia percaya Chelsea bisa memberi kejutan jika mampu memanfaatkan momentum dan celah di lini pertahanan Barcelona.


Pertahanan Barcelona Dinilai Terlalu Tinggi

Selebrasi Robert Lewandowski di laga Celta Vigo vs Barcelona di pekan ke-12 La Liga 2025/2026 di Balaidos, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Lalo R. Villar)

Leboeuf menyebut struktur pertahanan Barcelona pada musim ini jauh dari ideal dan sangat berisiko. Ia menilai garis pertahanan yang terlalu ke depan membuat bek Barca rentan diekspos.

Cara bermain tersebut menurutnya bukan strategi yang stabil untuk menghadapi lawan dengan kecepatan. Risiko kalah posisi dan tertangkap konter sangat tinggi ketika transisi gagal.

“Saya melihat Barcelona bermain dengan garis pertahanan tinggi dan itu tidak masuk akal. Saya tidak mengerti cara Hansi Flick memainkan tim,” ujar Leboeuf.

“Sebagai bek, saya tidak akan mau bermain seperti itu, masukkan saya ke bangku cadangan saja karena saya tidak mau terlihat bodoh,” sambungnya.


Risiko dari Taktik Garis Tinggi

Pedro Neto dan Moises Caicedo melakukan selebrasi usai Chelsea memastikan lolos ke perempat final Piala Dunia Antarklub 2025. The Blues mengalahkan Benfica. (Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Leboeuf menyoroti kebobolan Barca yang menurutnya bersumber dari kelemahan taktik mereka. Ia percaya tekanan lawan bisa lebih efektif memanfaatkan ruang di belakang pemain pertahanan.

Memainkan pertahanan tinggi tanpa kontrol sempurna sangat berbahaya karena lini belakang bisa kosong saat serangan balik cepat lawan datang.

“Saya melihat gol terakhir yang mereka kebobolan akhir pekan lalu dan itu mustahil untuk bermain setinggi itu ketika pemain bahkan tidak bisa melihat lawan,” kata Leboeuf.

“Mereka bermain seolah lawannya berada jauh di luar lapangan dan tetap bertahan tinggi di garis tengah. Itu tidak masuk akal,” lanjutnya.

Lanjut Baca:

Leboeuf menilai Chelsea sangat cocok menghadapi Barca yang bermain agresif di lini belakang. Ia menyebut para penyerang The Blues memiliki kecepatan dan tipikal serangan yang pas untuk mengeksploitasi celah. Menurutnya, pemain-pemain muda dan cepat dapat menjadi senjata mematikan jika bermain pada momen transisi. “Dengan Alejandro Garnacho, Pedro Neto, dan Joao Pedro, mereka sangat cepat. Seperti Paris Saint Germain, mereka bisa menghancurkan lawan,” ujar Leboeuf. “Musim lalu taktik itu berhasil karena mereka mencetak lebih banyak gol, tetapi musim ini mereka rapuh dan itu bisa dimanfaatkan,” tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya