Alasan Alex Iskandar Buang Jenazah Alvaro Kiano ke Jembatan Cilalay Bogor

Kenapa Alex Iskandar membuang jasad Alvaro ke wilayah itu?

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 25 November 2025, 06:05 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo saat jumpa pers terkait kasus pembunuhan Alvaro, Senin (24/11/2025) (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Alvaro Kiano Nugroho (6) ditemukan tewas setelah delapan bulan dinyatakan hilang. Polisi menemukan tulang-belulang yang diduga jasad Alvaro di bawah Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo mengungkap, alasan tersangka Alex Iskandar membuang jasad Alvaro ke wilayah itu.

Ternyata, salah satu kerabat tersangka tinggal di sekitar lokasi sehingga Alex mengetahui tempat sepi untuk membuang tubuh anak tirinya.

"Jadi, dia sudah bolak-balik memang pengakuan dari tersangka ini sudah bolak-balik untuk ke Tenjo. Dan dia tahu lokasi mana yang sepi untuk membuang di sana. Dan akhirnya memilih salah satu tempat yang mana di jembatan itu dibuang, almarhum dibuang jenazah dalam bentuk plastik itu di bawah jembatan itu," kata dia saat konferensi pers, Senin (24/11/2025).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menambahkan, lokasi pembuangan itu berada di area pembuangan sampah. Pihak kepolisian terus menyelidik kasus ini.

"Pasti besok atau lusa selalu akan membawa anjing untuk mencari lagi beberapa potongan-potongan yang bisa membantu dokter forensik untuk menyatukan, membuat suatu kesimpulan," tandas dia.

 

Polisi Pastikan Alvaro Kiano Tidak Dimutilasi

Polisi menegaskan tersangka Alex Iskandar tidak melakukan mutilasi terhadap jasad Alvaro Kiano Nugroho (6). Hal itu diungkap Ahli Forensik RS Polri, Dr. Farah, berdasarkan hasil pemeriksaan awal tulang-belulang.

Dari pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda tulang terpotong. Fragmen yang terlepas murni akibat proses pembusukan di persendian, bukan karena potongan atau mutilasi.

"Jadi, artinya dia memang terlepas karena proses pembusukan, jadi akhirnya terlepasnya tepat di persendiannya. Jadi tidak ada indikasi potongan atau mutilasi," kata dia saat konferensi pers, Senin (24/11/2025).

Dr. Farah menjelaskan, tim forensik menerima dua kantong dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sekitar pukul 00.15 WIB. Pemeriksaan baru bisa dilakukan pada pagi harinya, sesuai prosedur.

"Hasil pemeriksaan kami menerima dua kantong jenazah jadi salah satu kantong berisi 2 helai pakaian, satu helai kemeja lengan panjang putih dan 1 helai celana pendek. Satu kantong lagi berisikan beberapa potong kerangka atau tulang belulang," kata Farah saat konferensi pers, Senin (24/11/2025).

Dia menyebut, hasil analisa terhadap tulang belulang yang bercampur pasir serta fragmen tulang yang bukan milik manusia. Dari analisis awal, beberapa potongan tulang yang dapat diidentifikasi berasal dari kerangka manusia.

Ciri-cirinya menunjukkan ras mongoloid dan mengarah pada jenis kelamin laki-laki. Namun, penentuan usia belum bisa dipastikan karena tidak ditemukannya tulang rahang, sehingga analisis gigi tak dapat dilakukan.

 

 

Patologi Forensik

Untuk mengetahui usianya, tim juga melibatkan dokter patologi forensik di rumah sakit tersebut, namun hasilnya tetap terbatas.

"Untuk usia kami tidak bisa mendapatkan secara persis sehingga kami juga dibantu oleh patologi forensik Dr Debby di rumah sakit, tapi tidak bisa dilakukan analisa terhadap gigi karena tulang rahang tidak ditemukan," ucap dia.

Kini, kata dia salah satu tulang panjang telah diambil sebagai sampel DNA. Proses ini dibantu Biddokkes Polri di Lapas Cipinang dan hasilnya diserahkan ke penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sampel itu sudah kami serahkan ke penyidik Polres Metro Jaksel untuk dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut," tandas dia.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya