Influencer Kripto Ini Klaim Seluruh Dunia Bakal Terpaksa Pakai XRP

Robert Doyle menyampaikan pandangan tentang adopsi blockchain global. Menurutnya kripto XRP akan menjadi pemenang dalam peralihan menuju jaringan blockchain.

oleh Sekar FebrianiDiterbitkan 25 November 2025, 16:00 WIB
Robert Doyle memperkirakan bahwa XRP akan menjadi pemenang dalam peralihan menuju jaringan blockchain. Kripto XRP (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang Influencer kripto Robert Doyle menyatakan bahwa pemerintah dan setiap institusi besar akan terpaksa beralih ke jaringan blockchain. Bagi Doyle, hal ini bukan lagi sekadar preferensi, melainkan kebutuhan untuk bertahan di tengah serangan berbasis AI yang semakin berkembang pesat.

Dikutip dari Yahoo Finance pada Selasa (24/11/2025), Doyle merujuk serangan 13 November 2025, yang dilakukan sepenuhnya oleh agen AI otonom. Ini merupakan serangan siber pertama yang tidak melibatkan operator manusia. Serangan ini terus berkembang pesat, dengan kemampuannya yang meningkat dua kali lipat setiap enam bulan.

Menurut Doyle, struktur terpusat menimbulkan titik kegagalan tunggal, yang menjadi celah besar untuk serangan. Ia turut menyoroti kerentanan sistem lama dan menyebut bahwa sekitar 80% kebocoran data berasal dari penyalahgunaan internal.

Beberapa analis berpendapat bahwa seluruh data sensitif, mulai dari rekam medis hingga dokumen hukum, harus dipindahkan ke jaringan on-chain. Mereka berargumen bahwa desentralisasi adalah satu-satunya cara untuk memastikan keamanan dan ketahanan data jangka panjang.

Doyle juga berpendapat bahwa siklus Bitcoin saat ini tertunda akibat tekanan makroekonomi. Tingginya suku bunga dan utang AS berkemungkinan membuat puncak pasar berikutnya terjadi pada 2026. Ia turut menyorot kritik yang berkembang terhadap masa depan Bitcoin, salah satunya adalah kritik Ray Dalio terkait risiko privasidan potensi serangan kuantum.

Baru-baru ini, VanEck menyatakan bahwa mereka bisa beralih dari Bitcoin jika fundamental melemah, sementara koin privasi seperti Zcash semakin relevan dalam debat tersebut.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

XRP Jadi Pemenang Dalam Potensi Peralihan

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Doyle memperkirakan bahwa XRP akan menjadi pemenang dalam peralihan menuju  jaringan blockchain. Ia percaya XRP ETFs bisa menarik sebagian besar aliran dana dari Bitcoin ETFs, yang bisa menghabiskan seluruh sirkulasi XRP dalam waktu dua tahun. 

Doyle mencatat bahwa pasar OTC dan private pools sudah semakin terbatas. Jika permintaan institusi meningkat dan Ripple mengurangi penjualan langsung, mereka akan dipaksa beralih ke XRPdi bursa terbuka. 

Meski begitu, hingga saat ini, BlackRock, Vanguard, Fidelity, JP Morgan, dan State Street belum mengajukan permohonan untuk XRP ETFs. Namun, ia menyoroti 24 November 2025 sebagai tonggak penting, dimana XRP spot ETFs dari Franklin Templeton dan Grayscale mulai diperdagangkan.

Doyle menganggap ini sebagai titik balik dan menegaskan bahwa blockchain akan menjadi landasan bagi data global, keuangan, dan perdagangan. Ia mengutip klaim Charles Hoskinson bahwa infrastruktur dunia pada akhirnya akan ditulis ulang di atas blockchain.

Doyle memberi simpulan, “Seluruh dunia akan terpaksa menggunakan XRP dan cryptocurrency lainnya saat kita memasuki fase digital baru ini.” 

Ia menambahkan bahwa pasar bear saat ini hanyalah efek samping sementara dari pergeseran makroekonomi yang lebih besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya